We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
From Memory to Laughter

From Memory to Laughter

  • WpView
    Reads 51
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 9, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
"Kadang, yang dulu bikin nangis... jadi alasan kita tertawa sekarang." -Lea Lea Valencia menyukai Alvano sejak lama-teman sekelas yang selalu bisa membuatnya tersenyum, sekaligus menangis diam-diam. Tapi sayangnya, Alvano sudah punya pacar. Zeana, gadis dari sekolah lain yang terlihat sempurna di mata siapa pun. Berusaha melupakan, Lea justru menemukan pelipur laranya dalam paduan suara gereja, bersama seorang cowok bernama Karel. Adik kelasnya, partner latihannya, sekaligus orang pertama yang membuatnya merasa dicintai kembali. Namun, saat hatinya mulai terbuka untuk Karel, perhatian Alvano justru datang lebih dekat dari sebelumnya. Hubungan Alvano dan Zeana mulai goyah, hingga akhirnya Alvano sadar-Zeana hanya menerimanya karena kasihan, bukan cinta. Di antara kenangan yang menyakitkan dan tawa yang menyembuhkan, Lea harus memilih: tetap memeluk masa lalu, atau menyambut masa depan dengan seseorang yang selama ini diam-diam memandangnya dengan cara yang berbeda.
All Rights Reserved
#224
memory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mr. Congkak
  • INI CINTA BUKAN BENCI
  • ALVANO ALASTAR
  • DRABIA [END]
  • Semu [Completed]
  • Kiss the Rain
  • AGGA
  • ICE BOY (SUDAH TERBIT)
  • RAIN

Rivana Ravesa hanya ingin kehidupan perkuliahan yang tenang di kota Berlin seperti yang selama ini dia impikan, tetapi hal itu tampaknya tidak mungkin terjadi ketika Alfandi Raiser muncul di kehidupannya. *** Semua berjalan sempurna bagi Rivana Ravesa ketika menginjakkan kaki di kota Berlin untuk menempuh pendidikan perguruan tinggi seperti impiannya selama ini. Namun, seorang pria yang terus memanggilnya dengan sebutan 'gadis buluk' terus mengganggunya dan merubah hari-hari tenangnya menjadi seperti di neraka. Alfandi Raiser, terkenal sebagai musuh besar Rivana oleh seisi kampus. Angkuh, kasar, dan tidak mempunyai hati, itulah penilaian Rivana terhadap Alfandi meski sebenarnya Alfandi-yang menaruh perasaan pada Rivana-mengganggu hanya untuk mendapatkan perhatian gadis itu karena kesulitan untuk mengungkapkan perasaan yang dimilikinya. Lalu, apa yang akan terjadi dengan mereka ketika Merry-sosok dari masa lalu Alfandi-datang kembali ke kehidupannya, situasi yang mengancam hubungannya dengan Rivana ketika sudah mulai membaik? Cover Design By: Raymond Gardener

More details
WpActionLinkContent Guidelines