Story cover for Beban di Pundak Bro by lainkamu
Beban di Pundak Bro
  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Apr 22
"Duh, tanggal segini udah tipis lagi dompet gue," gumam Arya sambil merogoh saku celananya. Sebentar lagi akhir bulan, dan itu artinya transferan buat nyokap bokap di kampung udah harus disiapin. Belum lagi adiknya yang masih kuliah suka tiba-tiba minta ditransferin buat tugas dadakan. Ditambah lagi, cicilan motor sama kosan yang nggak pernah absen nagih. Lengkap sudah penderitaan anak rantau kayak dia.

Siang itu, di tengah jam makan siang yang singkat, Arya bukannya ikut ngumpul sama teman-teman kantor di kantin. Dia malah asyik scrolling layar ponselnya, buka satu per satu platform freelance. "Kali aja ada proyek sampingan yang bisa nambahin cuan," pikirnya sambil sesekali menghela napas. Jadi data entry udah, nulis artikel juga pernah, bahkan jadi virtual assistant dadakan juga udah dijabanin. Demi sesuap nasi dan membantu keluarga, Arya rela melakukan apa saja.
All Rights Reserved
Sign up to add Beban di Pundak Bro to your library and receive updates
or
#45perkotaan
Content Guidelines
You may also like
A Bittersweet farewell  ( Sudah Lengkap Mari Di Baca)  by hanun729
52 parts Complete
Pertemuan yang manis yang Tuhan rencanakan untuk sebuah waktu yang singkat namun bermakna dalam sein dengan tidak sengaja bertemu dengan anak dari teman papanya dan pertemuan kembalinya sein dengan paman nya dan sein terlibat dalam membuat kejutan rencana ulang tahun untuk anak pamannya tersayang dalam pertemuan singkat itu semua hal terjadi sebuah kekaguman kecewaan persahabatan ikatan baru yang telah lama tidak terjalin beberapa bulan sembelum sein menyelesaikan bangku sekolah menengah atasnya akankah bertemunya kembali membuat sein akan menetap di Indonesia atau berpisah untuk mengejar mimpinya di luar negeri. Sein pergi seperti biasa pada hari libur ke kebun raya Bogor, sesudah keliling keliling naik sepeda sein pun beristirahat Sambil menyantap makanannya , tiba tiba seorang gadis duduk di sebelah sambil berbicara. "Boleh minta makanannya tuan? " Sein yang keheranan pun memutar bandan , ke arah gadis itu, meskipun keheranan sein tetap membagi makanannya, terdiam sesaat sein pun kemudian bertanya. "Kau datang ke sini sendiri?" " Tidak bersama pengasuh ku dan paman supir" "Lalu dimana dia sekarang ?" " Tidak tahu, tadi aku pergi sendiri ingin membeli dan tergiur satu makanan, tapi ternyata aku tidak memiliki uang tepat aku berbalik ternyata, aku terlalu jauh pergi dari mereka jadi sekarang aku tidak tahu mereka dimana, mungkin sedang mencariku, aku tidak sanggup mecari mereka karna aku lapar, jadi aku menghampirimu untuk membagi makanan sedikit untukku" "Bagaimana jika aku penjahat?" "Tidak mungkin, muka tuan seperti orang baik, bisa diam dulu tidak ,aku ingin makan!" Sein pun diam, sehabis makan, gadis itu meminta air minum. "Boleh aku minta air nya?" " Tidak , itu bekas, apa ingin membeli yang lain" "Tidak apa apa yang ini saja"
You Are Not My Lover by imajinerku
14 parts Complete
- TERKADANG, MEMORI IRI DATANG KEMBALI - Untuk kesekian kali, lagi-lagi ayah terus membicarakan Fahmi. Seorang eksekutif muda anak dari salah satu komisaris di PT. Buana Mendata, di mana tempatku dan ayah bekerja. Bila digambarkan, Fahmi memanglah sosok anak muda yang pekerja keras, rupawan dan pintar karena salah satu lulusan universitas di Amerika. Tapi entah mengapa aku belum tertarik kepadanya. Perkenalkan, namaku Clara Wibisana, 27 tahun dan diambang perjodohan oleh ayahku sendiri. Aku sama sekali tidak menyukai cara ayah ini, hingga pada akhirnya di suatu waktu aku memarahi dan memaki ayahku sendiri karena perbuatannya yang membuatku muak. Melepas beban akan perbuatan bodohku itu, aku memutuskan untuk ikut dengan ibu pergi ke desa yang tepatnya ke rumah almarhum eyang. Ibu mempunyai tujuan sendiri, sementara aku, ya tentu saja ingin merelaksasikan diri ini dari kacau balaunya pikiranku. Beberapa hari di sini aku menemukan ketenangan dan juga kenangan, mungkin karena aku sempat tinggal di rumah Eyang ini hingga akhirnya aku pindah. Bahkan suatu memori membekas ketika perjumpaanku dengan salah satu teman masa kecilku, Wendi. Ia mengajakku untuk mengingat segala memori yang tersimpan indah di desa. Hingga akhirnya aku merasakan ada perasaan yang berbeda dariku kepada Wendi. Aku berjanji, sepulangnya aku nanti, aku akan menunjukkan Wendi kehadapan ayah. Bahwa dialah lelaki sempurna untuk hidupku kelak. * Cerita ini sudah diperbarui (31/12/21) Dari tanda baca hingga pengolahan kata. * Cover cerita diperbarui (13/01/22) * Hak Cipta cerita berlaku. * Ikuti terus @imajinerku untuk update cerita terbaru. Ikuti juga instagramnya di (at) imajiner_id
You may also like
Slide 1 of 10
A Bittersweet farewell  ( Sudah Lengkap Mari Di Baca)  cover
One Last Night cover
Living with Brothers  [TAMAT]✓ cover
Alisa's Story  cover
ASMARALOKA || Love or Reality?  cover
Dear Kamu, Asisten Ayahku #3 (END) ✓ cover
A R S E A N A cover
You Are Not My Lover cover
Ana Or Anara  cover
Rumah Penuh Cerita cover

A Bittersweet farewell ( Sudah Lengkap Mari Di Baca)

52 parts Complete

Pertemuan yang manis yang Tuhan rencanakan untuk sebuah waktu yang singkat namun bermakna dalam sein dengan tidak sengaja bertemu dengan anak dari teman papanya dan pertemuan kembalinya sein dengan paman nya dan sein terlibat dalam membuat kejutan rencana ulang tahun untuk anak pamannya tersayang dalam pertemuan singkat itu semua hal terjadi sebuah kekaguman kecewaan persahabatan ikatan baru yang telah lama tidak terjalin beberapa bulan sembelum sein menyelesaikan bangku sekolah menengah atasnya akankah bertemunya kembali membuat sein akan menetap di Indonesia atau berpisah untuk mengejar mimpinya di luar negeri. Sein pergi seperti biasa pada hari libur ke kebun raya Bogor, sesudah keliling keliling naik sepeda sein pun beristirahat Sambil menyantap makanannya , tiba tiba seorang gadis duduk di sebelah sambil berbicara. "Boleh minta makanannya tuan? " Sein yang keheranan pun memutar bandan , ke arah gadis itu, meskipun keheranan sein tetap membagi makanannya, terdiam sesaat sein pun kemudian bertanya. "Kau datang ke sini sendiri?" " Tidak bersama pengasuh ku dan paman supir" "Lalu dimana dia sekarang ?" " Tidak tahu, tadi aku pergi sendiri ingin membeli dan tergiur satu makanan, tapi ternyata aku tidak memiliki uang tepat aku berbalik ternyata, aku terlalu jauh pergi dari mereka jadi sekarang aku tidak tahu mereka dimana, mungkin sedang mencariku, aku tidak sanggup mecari mereka karna aku lapar, jadi aku menghampirimu untuk membagi makanan sedikit untukku" "Bagaimana jika aku penjahat?" "Tidak mungkin, muka tuan seperti orang baik, bisa diam dulu tidak ,aku ingin makan!" Sein pun diam, sehabis makan, gadis itu meminta air minum. "Boleh aku minta air nya?" " Tidak , itu bekas, apa ingin membeli yang lain" "Tidak apa apa yang ini saja"