Sinopsis:
Ketika Sasa, seorang guru muda, dimutasi ke daerah terpencil bernama Sigalang, ia tidak menyangka bahwa kepindahannya akan membuka pintu ke dunia lain-dunia kelam yang dipenuhi rahasia, dosa masa lalu, dan kepercayaan kuno yang telah lama terkubur. Dalam beberapa minggu, warga sekitar mulai menderita penyakit aneh: tubuh kurus kering, mata kosong, dan hilangnya kesadaran. Di balik itu semua, tersembunyi sebuah sekte sesat yang menyembah sosok gaib bernama Begu Sorop.
Sasa yang awalnya skeptis mulai menyelidiki kejadian-kejadian tersebut bersama Naya, rekan kerjanya yang ternyata memiliki hubungan kelam dengan sekte itu-ayahnya adalah mantan pengikut yang menghilang misterius. Mereka dibantu oleh Rangga dan Harun, dua pemuda kampung yang berani.
Sementara itu, seorang anak indigo bernama Al mulai menggambar sosok-sosok mengerikan yang belum pernah ia lihat. Gambar-gambarnya menjadi petunjuk penting yang menuntun mereka pada sebuah Gereja Hitam-pusat dari seluruh kutukan.
Di sisi lain, Bu Yanti, kepala sekolah yang terlihat biasa, ternyata menyimpan rahasia besar. Ia adalah satu-satunya yang pernah masuk ke dalam Gereja Hitam dan kembali hidup-hidup. Ia tahu bahwa hanya ada satu cara untuk menutup gerbang antara dunia manusia dan dunia Begu Sorop: tiga jiwa harus dikorbankan-satu membuka, satu menutup, dan satu menjembatani.
Dalam klimaks yang tragis dan mencekam, Sasa memilih untuk menjadi Penjaga, berkorban demi menyegel kekuatan Begu Sorop untuk selamanya. Namun ketika semuanya berakhir, tidak ada yang benar-benar selesai. Dunia mungkin terlihat tenang, tapi dari balik kabut... sesuatu masih mengintip.
---
Cerita ini memadukan elemen horor mistik, ritual sesat, misteri, dan pengorbanan, dibungkus dengan atmosfer kampung terpencil.
[TAMAT - Genre : Horror, Drama, Slice of Life]
Seorang ayah terpisah dari putra semata wayang. Baru belasan tahun setelahnya sang putra menyadari hal itu.
Karto hanyalah seorang pemuda yang polos dan hidup dalam keluarga sederhana. Suatu hari dia tanpa sengaja bertemu seorang bapak pendiam yang terlihat murung dan lemah. Ada desiran hebat antara keduanya seolah memberi pertanda. Karto belum menyadari saat itu.
Namun berbeda dengan sang bapak, Ardi namanya. Dia merasa menemukan pelita hidupnya yang hilang, mengingatkan pemuda itu akan putranya yang lama hilang. Orang itu tidak bisa berhenti memikirkan pemuda itu sejak pertemuan tak terduga itu.
Perlahan waktu dan tempat mengungkap fakta tersembunyi, terlepas mereka berdua punya dinamika kehidupan masing-masing. Karto mengetahui sisi lain dari kedua orang tua yang selama ini mengasuh dirinya sejak kecil. Ia juga bertemu dan bicara langsung dengan bapak Ardi, mengisi jiwa hampa bapak itu setelah ditinggal orang tercinta. Pelita hidup bapak itu bergerak menggapai, hampir menyentuhnya.
Hingga sesuatu mengacaukan kesempatan itu berkat sebuah buku simpanan milik Ardi, buku pembawa kesialan, buku pengacau kehidupan, mengira buku itu adalah petunjuk jalan menempuh sepak terjang hidup yang merana.
Pelita terang yang tampak di kejauhan hilang dalam sekejap, terlepas hingga orang itu jatuh ke dasar jurang kehidupan.