BALADA ISTRI SOMBONG

BALADA ISTRI SOMBONG

  • WpView
    Reads 299
  • WpVote
    Votes 36
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 4, 2025
Banyak yang bilang punya istri cantik itu makan hati. Benar, Bintang sendiri mengalaminya. Bulan istrinya memang cantik, tapi kelakuannya bikin sakit hati. Bisanya cuma menuntut dan membanding-bandingkan dengan orang lain. Paling sakit hati, saat Bintang dikatain pelit. Padahal dia banting tulang untuk istri dan anak. Sempat terbesit ingin segera berpisah, tapi bagaimana dengan nasib Mentari anak mereka yang masih kecil? Ikuti keseruan pengantin muda Bulan dan Bintang dengan subscribe novel ini. Terima kasih 🙏
All Rights Reserved
#575
gengsi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BULAN (END)
  • Bulan, Bintang, dan Mentari
  • Budak Nafsu Tuan Muda 🔥
  • Langit, Bulan, Matahari #2: Bumi
  • Handsome and The Beast (Sudah Terbit)
  • Bulan & Bintang [TELAH DITERBITKAN]
  • Bulan Bintang
  • My Beloved Enemy
  • Epilog Tanpa Prolog
  • My Absurd Ex [END]

Bulan sosok yang terlahir dengan sejuta kasih sayang, namun pada ahkirnya ia kehilangan sejuta kasih sayang tersebut. Takdir mempermainkan dirinya dengan baik, menyisakan kesedihan di dalam kehidupannya. Menyisakan goresan-goresan yang tidak ia ketahui kapan goresan tersebut akan menghilang, hingga ahkirnya membawa pemeran lain ke dalam kisahnya. Seorang pria yang terlihat dingin_Max. Keduanya hidup dalam permainan takdir yang sama, membawa keduanya kedalam hubungan yang sangat sulit untuk dipahami. Mengharuskan keduanya menjalani takdir agar mendapatkan ahkir dalam cerita keduanya, namun siapa sangka jika takdir akan kembali mempermainkan keduanya dengan tamparan yang lebih kuat lagi. Membuat semuanya kembali terluka dengan alasan yang sama. Takdir kembali berulah,,, "Mama menjebak aku?" Tanya Bulan dengan raut wajah yang tidak bisa di katakan lembut, raut wajahnya penuh dengan marah. "Sayang dengarkan Mama, Mama akan menjelaskan semuanya." Bujuk wanita paru baya_Vivi yang mencoba memegang tangan menantunya. "Jangan sentuh aku." Teriak Bulan sambil menangkis tangan mertuanya. "Jaga tingkah kamu. Dia Mamaku!" Teriakan pria itu begitu lantang dan hanya di tanggapi senyum kecewa oleh Bulan. "Kamu sama saja Max, aku sangat membenci kalian." Ucap Bulan dengan mata yang memancarkan masih memancarkan kekecewaan, tapi percayalah rasa kecewa yang ia rasakan kini lebih besar dari dari pada rasa amarahnya. . . . . Bulan & Max Selesai Revisi Jumat 13 November 2020

More details
WpActionLinkContent Guidelines