Skat𝑒̶ama

Skat𝑒̶ama

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 23, 2025
Ellena tidak suka tersorot di beberapa hal yang dia pikir akan merusak. Tapi satu unggahan diam-diam menarik banyak mata yang buat langkahnya nggak seimbang. Ada yang berubah. Entah dari cara orang-orang melihatnya... atau dari seseorang yang harusnya nggak pernah terlalu dekat. Garis antara biasa dan beda itu tipis banget. Dan kadang, yang kelihatan kecil bisa jadi awal dari sesuatu yang lebih besar. Ini bukan tentang skateboard. Ini tentang perluasan dari kata 'skate', yang ternyata... bisa merujuk ke seseorang.
All Rights Reserved
#243
elena
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kalau Aku Telpon, 'Dia' Marah Gak?
  • Yuki no Kizu (雪の傷) | Eremika
  • Guéris-Moi
  • Before I Knew Light
  • Witch
  • Antara seamin dan seiman
  • The Quiet Between Us
  • DALAM DIAM ADA RASA
  • A Scratch For Sanguinis [Orine]

Awalnya, Oline hanya menjalankan permintaan Delynn-mengantar Erine pulang, menemani jika Delynn tak bisa, memastikan gadis itu baik-baik saja. "Tolong jagain Erine ya, gue lagi sibuk." Itu yang selalu Delynn katakan. Dan Oline, sebagai sahabat, selalu menurut. Tapi lama-kelamaan, semuanya berubah. Erine bukan sekadar tanggung jawab yang Delynn titipkan. Setiap keluhan tentang Delynn, setiap panggilan malam yang meminta Oline untuk mendengar, setiap tawa, setiap tatapan yang tak seharusnya berarti apa-apa-perlahan, semuanya mulai mengisi ruang kosong dalam hati Oline. Dia tahu Erine masih mencintai Delynn. Dia tahu dirinya hanya tempat persinggahan saat Delynn tak ada. Tapi semakin lama, semakin sulit baginya untuk mengabaikan kenyataan bahwa Erine selalu pulang padanya. Oline tak tahu sampai kapan dia bisa menahan perasaan ini. Tapi ada satu pertanyaan yang terus menghantuinya setiap kali Erine memilih meneleponnya daripada Delynn: Kalau Delynn tahu, dia akan marah nggak? Atau justru... dia memang tak pernah peduli?

More details
WpActionLinkContent Guidelines