Skat𝑒̶ama

Skat𝑒̶ama

  • WpView
    Leituras 8
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Capítulos 4
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qua, abr 23, 2025
WpInfo
Ficção
Romance
Ellena tidak suka tersorot di beberapa hal yang dia pikir akan merusak. Tapi satu unggahan diam-diam menarik banyak mata yang buat langkahnya nggak seimbang. Ada yang berubah. Entah dari cara orang-orang melihatnya... atau dari seseorang yang harusnya nggak pernah terlalu dekat. Garis antara biasa dan beda itu tipis banget. Dan kadang, yang kelihatan kecil bisa jadi awal dari sesuatu yang lebih besar. Ini bukan tentang skateboard. Ini tentang perluasan dari kata 'skate', yang ternyata... bisa merujuk ke seseorang.
Todos os Direitos Reservados
#29
tama
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Erlangga
  • Kalau Aku Telpon, 'Dia' Marah Gak?
  • Stranger | Orine
  • Triangle 2
  • Witch
  • Before I Knew Light
  • CLara
  • Silent Scars | Orine
Erlangga

Erlang selalu berpikir bahwa cinta adalah sesuatu yang bisa ia genggam erat. Bahwa ketika dua orang saling mencintai, mereka akan tetap bertahan, apa pun yang terjadi. Tapi nyatanya, itu hanya keyakinan naif yang perlahan hancur di hadapannya. Pacarnya pergi karena dia sudah menemukan yang baru. Semua janji, semua rencana masa depan, semuanya runtuh dalam sekejap. Erlang hanya bisa menatap kepergiannya, bertanya dalam hati, "Apa aku kurang baik?" Belum juga ia berdamai dengan kehilangan itu, takdir menamparnya lebih keras. Sahabatnya, satu-satunya orang yang mengerti dia tanpa banyak bicara, pergi-bukan karena memilih, tapi karena kehidupan memutuskan demikian. Kali ini, kepergian itu benar-benar untuk selamanya. Tidak ada kesempatan untuk meminta maaf, tidak ada lagi tawa yang bisa dibagi. Ditinggalkan oleh orang yang ia cintai, kehilangan orang yang selalu ada untuknya-Erlang berpikir, mungkinkah ia memang ditakdirkan untuk sendiri? Namun, di tengah kehancurannya, ada satu orang yang tetap di sisinya. Seseorang yang tak banyak bicara, tapi selalu tahu kapan harus mendengar. Sahabat yang tidak pernah menjanjikan apa pun, tapi selalu ada tanpa diminta. Dan dari sana, tanpa Erlang sadari, luka yang ia pikir tak akan sembuh perlahan mulai menemukan cahaya. Cinta yang ia kira sudah mati, ternyata masih punya kesempatan untuk hidup kembali. Apakah Erlang siap membuka hatinya lagi? Atau masa lalu akan terus menghantuinya?

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo