1.233 km
  • WpView
    Reads 797
  • WpVote
    Votes 251
  • WpPart
    Parts 29
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 2, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
"1.233 km" adalah jarak. Tapi juga luka, rindu, dan kenangan yang tidak kunjung pulih. Alina tidak pernah menyangka, pertemuan singkat di dunia maya bisa mengubah hidupnya. Ravian datang seperti cahaya di hari-hari gelap, lalu pergi tanpa pamit. Enam tahun berlalu, Alina belajar melupakan, hingga takdir membawanya kembali ke titik awal satu pesan, satu nama, satu ingatan. Di saat Ravian telah menjalani hidup baru, dan Alina telah menemukan jalannya sendiri. Apakah cinta yang pernah tumbuh masih punya tempat untuk pulang? Karena terkadang, bukan waktu yang menyembuhkan, tapi keberanian untuk membuka luka yang lama tertutup. Apakah jarak bisa dikalahkan? Atau justru cinta yang perlahan menyerah?
All Rights Reserved
#177
lombok
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KENAPA BUKAN KAMU YANG AKU TEMUI LEBIH DULU?
  • A Scratch For Sanguinis [Orine]
  • Antara Jarak, Waktu, dan Kesempatan Kedua
  • Jarak Tak Mengenal Rindu
  • A 1000 Miles To Marry You (END)
  • Triangle 2
  • ALDANEL (2)
  • Stranger | Orine
  • Kalau Aku Telpon, 'Dia' Marah Gak?

Alya Rahma selalu percaya bahwa cinta tumbuh dari kenyamanan dan kesetiaan. Bersama Damar, tunangannya yang juga sahabat masa kecil, ia menjalani hidup yang tenang dan stabil. Namun, keyakinannya mulai goyah saat ia bertemu Revan Ardianta, seorang fotografer keliling yang datang ke kota kecil mereka untuk pameran seni. Revan, dengan pandangan hidup yang bebas dan penuh kekacauan, menyentuh jiwa Alya yang selama ini terasa kosong. Meskipun Alya sudah bertunangan dengan Damar, perasaan mereka semakin dalam saat sering berbagi cerita tentang hidup dan kehilangan. Dalam kebingungannya, Alya terjebak antara cinta yang tumbuh perlahan bersama Damar dan perasaan yang tiba-tiba membuncah dengan Revan. Namun, ia sadar bahwa hidup tidak sesederhana itu; mencintai seseorang tidak selalu berarti memilikinya. Akhirnya, Alya memilih untuk tidak merusak apa yang telah dibangun bersama Damar, meskipun ia tahu Revan telah mengubah dirinya selamanya. Beberapa tahun kemudian, Alya dan Damar menikah, sementara Revan kembali berkelana. Meskipun mereka tidak saling mencari lagi, ada satu nama yang selalu dikenang di hati mereka, sebagai bagian dari perjalanan hidup yang tak terlupakan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines