---
Dulu, Princessa Atherion hanyalah gadis pemalu yang selalu bersembunyi di balik bayang-bayang keluarga kriminal paling ditakuti di dunia bawah. Diasingkan oleh keraguan, dibentuk oleh pengkhianatan, dan dijauhkan dari keluarganya oleh seorang sahabat yang beracun, ia tumbuh dalam kesunyian-tak pernah duduk di meja makan, tak pernah menatap mata ayah dan kelima abang posesifnya yang ternyata mencintainya lebih dari dunia.
Namun semuanya berubah ketika roh seorang pelacur pemberani dari dunia lain masuk ke tubuhnya.
Kini, Princessa bukan lagi gadis penurut yang menunduk. Ia ceria, berani, dan mencuri perhatian semua orang-terutama pria paling berkuasa dan tak tersentuh: Alaric Alexander, pewaris utama keluarga Alexander, penguasa dari segala penguasa.
Pertemuan mereka membakar segalanya.
Cinta, kekuasaan, dan obsesi berpadu dalam kisah berdarah ini. Pertunangan mereka menyatukan dua keluarga kriminal paling berpengaruh, menjadikan mereka target para musuh, pengkhianat, dan wanita penuh dendam.
Tapi Princessa bukan gadis yang bisa dihancurkan lagi.
Dengan dukungan Daddynya-Azriel, kelima abang Atherion yang siap membakar dunia demi adiknya, dan cinta gila Alaric Alexander, ia berdiri sebagai pusat badai. Ketika rahasia kelam, siasat musuh, dan masa lalu berdarah muncul satu per satu... hanya satu hal yang pasti
Dunia bawah akan berlutut di hadapan nama barunya.
Princessa Atherion-Ratu Neraka yang Tak Terkalahkan.
----
Alexandra Whitney Calister atau lady gila dari keluarga Calister, begitulah orang-orang mengenalnya.
Alexa mungkin cantik dan kaya raya namun dalam hal kesopanan gadis itu sangatlah minus, bahkan bangsawan di sekitarnya lebih sering menyebutnya nenek sihir dibanding lady.
Hampir semua orang di kerajaan Wynnzel tahu bahwa tak pernah ada hari yang dilewati Alexa tanpa menganggu sang putra mahkota. Untuk melindungi cintanya Alexa memilih menjadi buta, ia tidak takut dan tidak peduli akan apapun. Baik dan buruk tak lagi berbeda di matanya, asalkan keinginannya tercapai.
Namun suatu hari Alexa melihat segalanya, ia pingsan dan bermimpi tentang takdirnya.
Ternyata tidak akan ada kehidupan indah yang menunggu dirinya di masa depan, hanya ada jurang penderitaan dengan akhir mengerikan.
~~~~
"Alexandra Calister, adakah pembelaan terakhir yang ingin anda sampaikan sebelum pergi menghadap kematian?"
Hening.
Alexa menjatuhkan lututnya ke lantai, mengubah posisinya dari berdiri menjadi berlutut. Dengan tatapan kecewa ia menatap lurus ke arah pangeran David yang masih duduk dikursinya dengan tenang.
"Kau tahu Dave? Aku mengorbankan segalanya untukmu tetapi kau..."
"...Mengorbankan aku, untuk segalanya!"
Alexa memejamkan mata menahan nyeri di hatinya, "Jika ini adalah bayaran setimpal atas semua dosa-dosaku, maka tak apa...."
"Kuharap kita tidak akan pernah bertemu lagi, bahkan di neraka sekalipun...."
----
🦋
Warning ; This story is complicated!