Dilarang Baper, Tapi Kok Deg-Degan?

Dilarang Baper, Tapi Kok Deg-Degan?

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 24, 2025
Prolog Dilarang Baper, Tapi Kok Deg-Degan Aku selalu percaya, kalau semua hal yang terjadi di kampus ini... ya biasa-biasa aja. Skripsi? Ya gitu-gitu aja. Dosen killer? Sudah langganan. Cinta lokasi? Dilarang keras sama hati yang trauma. Sampai suatu hari, nama itu muncul di daftar pengisi materi pelatihan kampus. Gladio Renvara. Kakak tingkat. Jurusan pertanian juga. Karismanya? Kayak pupuk NPK, bikin hati subur tanpa permisi. Masalahnya? Dia bukan tipe yang suka bercanda. Sementara aku... hanya seorang yang biasa saja seperti kebanyakan orang lain. Aku pikir, cerita ini cuma akan berhenti di ruang kelas, di acara pelatihan itu, dan di satu atau dua percakapan basa-basi. Tapi ternyata... tidak. Ada yang tumbuh. Pelan-pelan. Seperti tunas yang enggak bisa dicegah. Tapi seperti tumbuhan yang dipaksa mekar di musim yang salah, kisah ini juga punya akhir yang tidak bisa kutebak. Dan sejak itu aku mulai bertanya Kenapa kalau dilarang baper... malah makin deg-degan?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • More Than Senior
  • Rentetan Rasa (Completed)
  • Pak Gemilang [End]
  • Pak Bian ( Tamat )
  • Dating Demi Gengsi
  • Gue Jadi Istri Muda ?
  • BAD GIRL
  • Dosen, Selalu Benar [TAMAT] BELUM REVISI
  • Tingkat Tiga

"Gw mau ngomong serius. Please, dengerin baik-baik." Ucap jauhar dengan wajah serius menatap aisyah. Mendengar itu aisyah jadi panas dingin, jantung berdetak lebih kencang. "Syah, dari awal gw liat lu, gw ngerasa lu cewe yang beda. Lu berani dan lu bisa buat gw penasaran siapa lu sebenarnya. Entah dari kapan gw mulai jatuh cinta sama lu, intinya gw sayang sama lu, syah." Aisyah diam saja, dia bingung harus bereaksi seperti apa. "Gw mau komitmen sama lu, tapi kalo lu merasa ga nyaman sama gw, lu boleh pergi, asal bilang. Kalo lu nyaman sama gw pun sama, bilang. Biar kita pacaran." "Biarin gw yang jaga lu." Ucap jauhar memberi jeda. "Lu mau?" Aisyah cukup lama terdiam sebelum akhirnya menggangguk. "Komitmen dulu, kan?" Tanyanya menyakinkan, masih trauma dengan yang namanya hubungan. "Iya, tapi lu bisa ngambil keputusan nanti. Lu nyaman atau ga sama gw." Ucap jauhar. ****** Apakah mereka bisa saling menjaga hati satu sama lain? Kalo penasaran ayo..intip-intip cerita ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines