Dilarang Baper, Tapi Kok Deg-Degan?

Dilarang Baper, Tapi Kok Deg-Degan?

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 24, 2025
Prolog Dilarang Baper, Tapi Kok Deg-Degan Aku selalu percaya, kalau semua hal yang terjadi di kampus ini... ya biasa-biasa aja. Skripsi? Ya gitu-gitu aja. Dosen killer? Sudah langganan. Cinta lokasi? Dilarang keras sama hati yang trauma. Sampai suatu hari, nama itu muncul di daftar pengisi materi pelatihan kampus. Gladio Renvara. Kakak tingkat. Jurusan pertanian juga. Karismanya? Kayak pupuk NPK, bikin hati subur tanpa permisi. Masalahnya? Dia bukan tipe yang suka bercanda. Sementara aku... hanya seorang yang biasa saja seperti kebanyakan orang lain. Aku pikir, cerita ini cuma akan berhenti di ruang kelas, di acara pelatihan itu, dan di satu atau dua percakapan basa-basi. Tapi ternyata... tidak. Ada yang tumbuh. Pelan-pelan. Seperti tunas yang enggak bisa dicegah. Tapi seperti tumbuhan yang dipaksa mekar di musim yang salah, kisah ini juga punya akhir yang tidak bisa kutebak. Dan sejak itu aku mulai bertanya Kenapa kalau dilarang baper... malah makin deg-degan?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Gue Jadi Istri Muda ?
  • SCRIPTSHIT (TAMAT)
  • DOSENKU HOT SUGAR DADDY
  • Jodohku Bukan Perjaka
  • Emotion Growth A Love
  • SKRIPSUIT  ✔
  • Pak Gemilang [End]
  • Orang Ketiga
  • JATUH GAK CUMAN SEKALI
  • Dosen, Selalu Benar [TAMAT] BELUM REVISI

"Jadi, lo nolongin gue gak ikhlas gitu ?" "Hehe, ya sebenernya ikhlas sih, tapi juga ada syaratnya kalik" "Itu namanya gak ikhlas bego !-_-" "Yaudah apa syaratnya ?" "Gue mau lo jadi pacar gue. Inget, gue gak nerima penolakan dalam bentuk apapun !" Deg ! Pacar ? Gue harus jadi pacarnya ? Plis, gue bingung harus ngapain ? Tolongin gue pliss, gue pengen pingsan aja. "Ness ? Nessaa ? Lo gpp kan ?" Ucapnya membuyarkan lamunan gue. "Maafin gue" Ucapnya lirih banget, cuma kuping gue aja yang denger 😂.

More details
WpActionLinkContent Guidelines