We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Shifting Roles

Shifting Roles

  • WpView
    Reads 134
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 24, 2026
WpInfo
Fiction
Mystery
Hidup Arsyad terlalu sempurna sampai rasa sakit cuma jadi teori ,Masalah datang sekadar numpang lewat, lalu pergi tanpa bekas. Ia tumbuh dengan tawa, pelukan, dan kepastian bahwa apa pun akan baik-baik saja. Makanya saat orang lain mengeluh, Arsyad cuma bisa heran. "Luka doang. Emang bisa separah itu?" Ia tidak tahu- bukan karena bodoh, tapi karena hidupnya terlalu ramah untuk mengajarkan kejamnya dunia. Sampai dunia bosan memanjakannya. Arsyad mati Lalu bangun di tubuh laki-laki seusianya. Transmigrasi. Konyol. Tidak masuk akal. Awalnya Arsyad pikir hidupnya masih sama beruntungnya masuk ke keluarga super kaya, pewaris utama, segalanya terlihat sempurna Seolah semesta bilang: tenang, hidup lo masih VIP. Sampai ia sadar... tidak ada tangan yang menggenggam jemarinya , Tidak ada suara panik memanggil namanya Tidak ada pelukan lega karena ia masih hidup Yang ada hanya ruangan dingin, tatapan asing, dan keluarga yang berdiri rapi tanpa rasa. Keluarga ini tidak berteriak saat marah. Tidak menangis saat kecewa. Tidak memeluk saat anaknya hancur. Mereka menghukum dengan tenang. Menyakiti tanpa suara Dan menyebutnya mendidik. Keluarga ini bukan kejam karena benci. Mereka kejam karena tidak pernah belajar peduli. Anehya, Arsyad tidak langsung runtuh Ia tertawa, Bercanda Sengaja bikin onar. Bukan karena berani- tapi karena diam di tempat ini terasa seperti mati lagi. Di depan mereka, Arsyad tampil santai. Petantang-petenteng ,Bahasa lo-gue. Mulut tajam tanpa rem Seolah ia kebal terhadap mereka Padahal setiap malam, ia menatap cermin dan sadar: pemilik tubuh ini bertahan sendirian... terlalu lama. "Gila," bisiknya pelan. "Lo hidup begini tiap hari?" "Sekarang giliran gue yang dulunya sama sekali ga tau apa itu luka " TAHAP REVISI Murni dari pikiran saya
All Rights Reserved
#658
balasdendam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bound to Him
  • SHEA SANG FIGURAN
  • (END) SETTING THE PATH OF LIFE - 🔞BL, ABO (JOONGDUNK)
  • FRAGMENTS OF HEART - GINJAY ☆
  • Defiant [END]
  • Trasmigrazione Gemellare Antagonista.
  • Hello, Mr. Mafia!
  • Fraktal Rahasia (Selesai)
  • My Perfect Model ( Republish )
  • Shadow in the Lab

Arstella terbangun di tubuh seorang pelayan di dunia asing yang penuh aturan dan kasta yang tak ia pahami. Setelah dipecat karena kebodohan yang tak disengaja, ia menemukan secarik poster. Kerajaan Eldoria tengah mencari pelayan untuk dua pangeran. Pangeran Leo, sang pewaris berambut emas yang dicintai rakyat, dan Pangeran Theodore, sang anak berambut hitam yang dibenci istana karena dianggap membawa kutukan. Tanpa pilihan, Arstella melamar pekerjaan itu dan tanpa sadar melangkah ke dalam istana yang tak hanya penuh kemegahan, tapi juga rahasia kelam. "Dewa aku hanya ingin hidup tenang... aku hanya ingin bekerja," bisik Arstella lirih, seolah sedang memohon pada langit yang bahkan tak menjawab. Namun, jawabannya datang dari bayangan. Suara Theodore terdengar rendah dan berbahaya. "Sayangnya, kau bekerja pada iblis, Stella." Ia melangkah mendekat, matanya gelap tak menyisakan belas kasih. "Dan dewa tak punya kuasa atas sesuatu yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines