Ini bukan sekadar prosa, tapi pusara sunyi yang kutanam di antara aksara-untuk mengenang Zayn, sebagian jiwaku yang telah diambil langit. Ia pergi membawa separuh napasku, dan sejak saat itu, dunia tak pernah lagi bernyanyi dengan nada yang sama.
Kubiarkan dunia membaca ini, agar mereka tahu bahwa Zayn, cinta yang tak sempat menua bersamaku, tak pernah benar-benar pergi. Ia hidup dalam setiap kata yang kutulis, dalam setiap umpan yang kubisikkan pada malam yang sunyi. Suara seraknya masih menggema, memanggil namaku dengan lembut seperti angin menyentuh daun. Menatap mata, yang dulu membuatku yakin saat dunia tak memihak, kini menjadi bayangan yang kurawat di ruang-ruang sunyi.
Pelukannya yang hangat dan teduh, masih terasa di antara dinginnya kesendirian. Ia tenang saat dunia runtuh, kekuatanku saat aku ingin menyerah, dan alasan mengapa aku terus menulis. Dalam setiap karya, ia hidup. Dalam setiap aksara, ia abadi. Dan di sanalah, saya selalu bisa menemuinya kembali-meski hanya lewat kata.
Everything written is my memories with him, prose that I wrote to remember him, Immanuel Zayn Alrairaz.
Beberapa prosa mengalami perbaikan, namun tetap memiliki makna yang sama.
All pict from Pinterest.
~ Nona Selenophile π―
Senja selalu menjadi saksi bisu setiap pertemuan kami. Di bawah langit jingga yang mulai memudar, aku selalu menemukan kedamaian saat bersamamu. Setiap sore, ketika matahari perlahan tenggelam, hatiku seakan menemukan pelabuhan setelah sekian lama berlayar.
Aku ingat pertama kali kita bertemu. Saat itu, kau sedang duduk di tepi pantai, menatap jauh ke arah horizon. Ada kesedihan yang terpancar dari matamu, namun saat aku menghampiri dan mengajakmu bicara, senyummu merekah seindah mentari pagi. Sejak saat itu, aku tahu bahwa aku ingin selalu melihat senyummu.
Setiap hari, kita menghabiskan waktu bersama. Kita berjalan-jalan di sepanjang pantai, berbagi cerita, dan tertawa bersama. Kau mengajarkanku banyak hal tentang kehidupan, tentang cinta, dan tentang arti kebahagiaan. Aku merasa begitu beruntung memilikimu.
Namun, tak semua kisah cinta berakhir bahagia. Ada saatnya kita harus berpisah. Jarak dan kesibukan masing-masing membuat kita sulit bertemu. Meski begitu, rinduku tak pernah hilang. Senja selalu membawamu kembali dalam ingatanku.
Aku sering bertanya-tanya, apakah kau juga merasakan hal yang sama? Apakah kau juga mengingat semua kenangan indah yang pernah kita buat bersama? Aku berharap suatu saat nanti, kita bisa bertemu kembali dan melanjutkan kisah cinta kita.
WARNING: ADULT THEMES (18+). This content is intended for mature audiences and adheres to Wattpad's guidelines for mature ratings.