Notes Under the Lab Table (1)

Notes Under the Lab Table (1)

  • WpView
    Leituras 507
  • WpVote
    Votos 5
  • WpPart
    Capítulos 35
WpMetadataReadConcluída seg, abr 28, 2025
Di balik jas lab dan tatapan sinis, ada perang dingin yang membara di antara dua mahasiswa kedokteran paling brilian dan paling nyebelin di kampus: Kirana Alethea, si cewek perfeksionis berhati batu, dan Darren Mahesa, cowok misterius yang suka bikin dosen migrain karena argumentasi brutalnya. Mereka selalu saling serang di kelas-nggak ada hari tanpa debat panas, adu teori, atau lemparan sarkasme pedas. Tapi semua berubah saat mereka dijadikan satu kelompok lab dan... dilarang bicara karena bikin kekacauan di praktikum sebelumnya. Satu-satunya cara komunikasi? Lewat catatan kecil yang mereka selipkan di bawah meja lab. Awalnya cuma tulisan jutek dan nyindir, tapi makin lama... isi catatannya jadi aneh-ada yang puitis, ada yang curhat masa kecil, ada yang bikin jantung deg-degan. Apa jadinya kalau dua musuh bebuyutan malah jatuh cinta diam-diam lewat coretan tinta?
Todos os Direitos Reservados
#10
cieee
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Dear, Mr. Duda
  • Horibble Woman (END)
  • Musuh| Osh [END]
  • ENEMY BECOMES LOVE
  • Cinta Itu Kayak Skripsi - Kalau Nggak Dicicil, Nggak Kelar-Kelar!
  • Hai Darel!
  • benci, Tapi kangen

Cerita sudah tamat! Sudah tersedia versi Audio Book Pogo ya teman-teman :) Sinopsis, "Biar saya lihat," gumam Pak Adam membuat Alara terperanjat kaget tiba-tiba melihat dosennya sudah ada di sebelahnya. Mata teman-teman Alara kini menatap Alara penasaran. "Apa yang kalian lihat?" tanya Pak Adam dengan suara menggema membuat setiap mahasiswa kembali fokus ke ujian mereka masing-masing. Tak lama, pria itu kembali menatap Alara. "Saya ingin lihat lembar ujian kamu." "S-saya belum selesai, Pak." "Tidak apa-apa. Kemarikan!" titahnya seakan tidak ingin dibantah. Perlahan Alara memberikan kertas tersebut dengan tangan bergetar. Adam menatap lembar jawaban istrinya dengan seksama sebelum mengoyak kertas jawaban itu membuat mata Alara seketika melebar. Ia segera berdiri dan kembali mendapat atensi dari teman-temannya. "Apa yang Bapak lakukan?!" serunya tidak percaya lalu mengutip kembali kertas ujian yang berserakan. Adam mengabaikan seruan Alara lalu menatap setiap mahasiswa yang kini menatapnya takut dan berkata. "Jika sekali lagi saya temukan kalian berbuat curang seperti Alara, tidak satu pun dari kalian yang akan lulus ujian saya." Mata Adam lalu beralih pada Alara yang nyaris menangis di tempat. "Sekarang kamu keluar dari ruangan saya." Lihat saja! Dia tidak akan membiarkan pria itu tidur bersamanya nanti malam. **** Baca, hayati, rasakan, karena ini bukan kisah dengan sejuta konflik. Ya, ini hanya kisah tentang Alara dan Adam.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo