Bayang Tebing Watu Jaran

Bayang Tebing Watu Jaran

  • WpView
    Reads 784
  • WpVote
    Votes 146
  • WpPart
    Parts 33
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 3, 2025
Di Kota Metro Lowokwaru, tempat di mana tebing-tebing menjulang seperti menatap rahasia langit, seorang pria muda ditemukan tewas di dasar jurang. Reza Atmadja, baru seminggu menikah, jatuh dalam diam - tubuhnya remuk, matanya terbuka seolah masih mencoba bertanya: mengapa? Kirana Wibisono, istrinya yang cantik dan pendiam, melaporkan suaminya hilang dengan wajah tenang, terlalu tenang untuk seorang janda baru. Penyelidik Bhima Nagendra mencium sesuatu yang salah sejak awal. Ketika kebenaran mulai mengintip dari balik bayang, penyelidikan sederhana ini berubah menjadi pusaran mematikan yang menyeretnya ke dalam trauma, pengkhianatan, dan konspirasi yang membusuk di jantung kota. Tapi Kirana bukan wanita biasa. Ia adalah teka-teki hidup dengan masa lalu yang dibungkus rapi oleh kebohongan psikolog dan kekuasaan gelap. Di balik wajah polosnya tersimpan luka masa kecil yang belum sembuh - dan dendam yang belum selesai. Ia dibentuk oleh penderitaan, dibungkam oleh kekuasaan, dan dimanipulasi oleh pria-pria yang mengira mereka bisa mengendalikan perempuan yang patah. Ketika Bhima Nagendra menyingkap hubungan Kirana dengan seorang penguasa dan masa lalunya yang penuh kematian misterius, ia menyadari: kadang pelaku bukanlah iblis... melainkan korban yang terlalu lama dikurung dalam gelap. Dalam kisah ini, kebenaran bukan hanya tentang siapa yang membunuh. Tapi tentang siapa yang membiarkan luka terus menganga - hingga cinta berubah menjadi bencana.
All Rights Reserved
#505
shortstory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hening Dalam Luka
  • [TERBIT] High School of Mystery: Scarlet Case
  • Carnation
  • MENGUMPAT !
  • Jejak Waktu yang Terlupa
  • Drug Hunter
  • DISGUISE
  • HAKAROANNE [selesai]

Mari jelajahi tabir tipis antara alam kesadaran dan bawah sadar bersama The High Priestess, merangkul Kebangkitan Spiritual sebelum Hari Penghakiman tiba. --- "You see. Unlike you, I have money. I have power. What I don't have..." Sejenak berhenti, dia menyondongkan dadanya ke tepi meja, semakin mengintimidasi Val yang kala itu duduk tepat di hadapannya. "Is my wife. Sara was my wife." Bisik sang pria asing dengan senyum menyeringai bagaikan predator yang sedang menatap makan malam nya. Seketika, Val pun memahami bahwa tujuan kedatangan pria asing itu adalah untuk melenyapkan nyawanya. Atas sebuah kesalahan yang dia perbuat di masa lalu. --- Sara Rosiana. Indah dirinya memancarkan cahaya yang berbeda, mengobarkan api kehidupan yang telah lama padam di dalam hidup Renas, sejak mereka pertama bertemu. Renas Aeldra Karim. Seorang tycoon galangan kapal tanah air. Keras wataknya yang seringkali mendominasi. Intensitas gairah, obsesi, ketulusan, dan kesetiaan cintanya pada Sara. Siapa sangka ia memiliki 'wajah ketiga' yang tak pernah ia tunjukkan kepada dunia: Sebuah agresi yang bisa berujung fatal. Hampir lima tahun setelah pernikahan bahagia mereka, Sara mengakhiri hidupnya. Begitu saja, tanpa surat peninggalan---mencabik-cabik hati Renas dan impian masa depannya dengan Sara. "Aku tahu apa yang sebenarnya terjadi." Richard, sahabat lama mendiang Sara sejak SMA, berbisik kepada Renas di hari pemakaman wanita itu. Siapa sangka seorang wanita yang lembut tutur kata dan perilakunya bisa menyimpan rahasia kelam, bahkan dari suaminya sendiri? Novel ini bukanlah perihal pembunuhan semata. Namun, seorang suami yang patah hatinya, rusak hancur jiwanya, karena seseorang telah menghancurkan kedamaian istrinya di masa lalu, sehingga kegelapan jiwanya tidak dapat dihindari. Jadi lari, larilah sekuat tenaga. Karena Renas akan menemukan dalang di balik tragedi ini, meski harus mengarungi lautan hingga ke ujung dunia. Nyawa harus dibayar dengan nyawa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines