Luka dalam Harapan

Luka dalam Harapan

  • WpView
    LECTURES 19
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Chapitres 6
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mer., avr. 23, 2025
Liana, seorang gadis berusia 16 tahun yang duduk di kelas 2 SMA, menjalani kehidupan yang penuh dengan penderitaan. Di sekolah, ia dikenal sebagai siswi polos yang pendiam, tidak banyak berbicara dan cenderung menyendiri. Namun, di balik senyumannya yang jarang terlihat, Liana menyimpan luka mendalam akibat perlakuan kasar dari keluarganya. Ayah, ibu, kakak-kakaknya, bahkan neneknya, semuanya memperlakukan Liana dengan kekerasan. Hidup di rumah yang penuh ketegangan, Liana merasa terperangkap dalam dunia yang tidak memberinya kesempatan untuk merasakan kebahagiaan. Namun, di tengah kehidupan yang kelam ini, Liana bertemu dengan Gevano, Ketua OSIS di sekolahnya. Gevano adalah sosok yang kuat, penuh wibawa, dan selalu menunjukkan perhatian pada Liana meskipun ia tidak pernah berbicara tentang keluarganya. Sejak kelas 10, Gevano mulai merasa ada sesuatu yang berbeda dalam diri Liana. Dia mulai menyukai Liana, merasa tertarik pada kelembutan dan ketulusan yang tersembunyi di balik sikap pendiamnya. Gevano sering mengantar Liana pulang sekolah, memberi perhatian yang Liana tak pernah dapatkan dari keluarganya. Meskipun Liana cenderung menutup diri, kehadiran Gevano sedikit demi sedikit membuatnya merasa lebih dihargai dan aman. Tetapi, Liana merasa sulit untuk mempercayai orang lain setelah bertahun-tahun diperlakukan tidak adil oleh keluarganya. Dengan Gevano yang menunjukkan perhatian dan kasih sayang, Liana mulai membuka hati, meskipun takut bahwa dia akan kehilangan harapan lagi. Di tengah kekerasan yang ia alami di rumah, Liana harus menemukan keberanian untuk melawan ketakutan dan mencari cinta yang tulus. Akankah Gevano mampu memberikan Liana harapan untuk masa depan yang lebih baik? Ataukah Liana akan terus terperangkap dalam siklus luka yang tak berujung? Tema utama: Kekerasan dalam keluarga, perjuangan untuk bertahan hidup, harapan, cinta yang tumbuh di tengah penderitaan, dan kekuatan untuk menyembuhkan luka batin.
Tous Droits Réservés
#74
psychologicaldrama
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • GISTARA (TERBIT)
  • To Heal
  • Silence In Their Minds
  • Yang Dulu Melukai,Kini Menyayangi [END]
  • VALMORA
  • Wounds And Their Cures || Starpalmz
  • cerita diatas kanvas
  • Embrace again, Arnan

Agasthya Raka Dewantara selalu hidup di bawah bayang-bayang sempurna kakaknya yang telah tiada. Tak ada hari yang berlalu tanpa perbandingan menyakitkan dari keluarganya, membuat kasih sayang sang ibu terasa seperti jarak yang mustahil untuk dijangkau. Ketidakadilan ini kerap membuat Raka bertanya-tanya: apakah dirinya memang hanya sekadar bayangan dari sosok yang lebih baik? Di balik wajah tampannya dan posisi bergengsi sebagai kapten tim basket di International High School Lawrence, tersimpan kegetiran yang terus membebani hatinya. Semesta tampaknya enggan memberinya jeda, dari tekanan keluarga hingga beban tanggung jawab yang terus bertambah. Hingga suatu hari, di tahun ketiga masa sekolahnya, hidup Raka berubah saat ia bertemu dengan Afiza Niskala Rumaysa-seorang gadis baru yang polos dan apa adanya. Niskala tidak hanya membawa kehangatan, tetapi juga cahaya yang tak pernah dirasakan Raka sebelumnya. Perlahan, kehadiran Niskala mematahkan dinginnya hati Raka, membuatnya melihat bahwa mungkin ada cara lain untuk mencintai dirinya sendiri dan menerima kenyataan hidupnya. Namun, ketika cobaan demi cobaan kembali menerjang, mampukah Raka berdiri teguh dan melangkah maju? Akankah Niskala menjadi sosok yang setia menemani langkah Raka melewati badai kehidupan, ataukan ia justru menjadi alasan baru untuknya kembali terpuruk? Novel ini adalah kisah tentang pencarian makna kasih sayang, penerimaan diri, dan harapan yang tak pernah padam, meski di tengah gelapnya bayangan.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu