MUSUH jadi CINTA

MUSUH jadi CINTA

  • WpView
    Membaca 13
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 5
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Apr 23, 2025
WpInfo
Non-fiksi
Kirana dan Elang adalah dua kutub yang selalu bertolak belakang. Sejak masa SMA, mereka nggak pernah akur - Kirana si anak seni yang bebas dan cuek, Elang si ketua OSIS yang kaku dan perfeksionis. Tiap kali ketemu, pasti ribut. Tiap argumen, selalu panas. Tapi setelah lulus, mereka pikir semuanya selesai. Ternyata hidup punya rencana lain. Empat tahun kemudian, mereka dipertemukan lagi di dunia kerja - di kantor yang sama, dalam tim yang sama, dan... proyek yang sama. Dari awalnya saling sindir, saling kesel, dan adu ego, perlahan mereka mulai melihat sisi lain dari satu sama lain. Di balik sikap kaku Elang, Kirana menemukan seseorang yang tanggung jawab dan peduli. Di balik sifat keras kepala Kirana, Elang melihat jiwa bebas yang selalu bikin dia penasaran. Hubungan mereka berubah. Dari benci... jadi rindu. "Musuh tapi cinta" adalah kisah cinta dengan bumbu nostalgia, tawa, debat, dan perasaan yang tumbuh pelan-pelan - kayak kopi yang pahitnya bikin ketagihan. Cerita ini bakal bikin lo inget, kadang musuh terbesar lo... bisa jadi cinta yang paling tulus.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#25
kangen
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Cinta Terhalang Jabatan
  • Bertemu Denganmu [TAMAT]
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • OSIS OR OH SHIT?!
  • ARES KIRANA
  • "Antara Rok Sobek dan Jas OSIS"
  • MY BIG BABY {PRETTY BOY} ✓
  • Yang hilang Tak pernah sama
  • Tak Pernah Punya Harapan
  • Panasea

Cerita ini kutulis sendiri, lahir dari hati, bukan hasil salin dan tempel. Tentang Alena, seorang anggota OSIS yang disiplin dan taat aturan, tidak pernah menyangka akan menyukai Aksa-murid yang sering terlambat, cuek, dan lebih suka duduk di bangku belakang. Meski bertolak belakang, ada sesuatu dalam diri Aksa yang menarik perhatiannya: kecerdasan tersembunyinya dalam matematika dan sikapnya yang tenang tapi penuh arti. Semakin lama, perasaan itu tumbuh, tapi Alena tahu ada batasan yang tidak boleh ia langgar. Sebagai anggota OSIS, ia harus memberi contoh yang baik dan menjunjung aturan sekolah, termasuk larangan menjalin hubungan asmara selama masa jabatan. Di sisi lain, Aksa tidak peduli dengan aturan. Baginya, perasaan tidak bisa diatur seperti tata tertib sekolah. Ketika Alena mencoba menolak perasaannya, Aksa hanya berkata, "Aku bakal nunggu. Sampai masa jabatan OSIS kamu selesai." Tapi bisakah perasaan mereka bertahan sampai saat itu tiba? Atau justru peraturan sekolah akan memisahkan mereka selamanya?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan