Bukan Hanya Figuran??

Bukan Hanya Figuran??

  • WpView
    Reads 15,574
  • WpVote
    Votes 599
  • WpPart
    Parts 29
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 27, 2025
Aroma lavender dan vanilla itu seharusnya menenangkan, tapi bagi Alena, justru menjadi gerbang menuju mimpi buruk. Ia terlempar ke tubuh Liora Evangeline Valemore, figuran menyedihkan di novel Nara and Bian yang hamil dua bulan akibat jebakan keji. Di Smith High School yang penuh kepalsuan, Liora harus menghadapi Nara yang ternyata menyimpan seringai di balik senyum manisnya, geng Dark Blood yang diketuai iblis tampan Bian Alister, dan Elvaro Lucien D'Smith, sang bad boy misterius yang tatapannya mampu membakar jiwa. Terjebak dalam takdir tokoh sampingan, mampukah Alena mengungkap siapa ayah bayi dalam kandungannya dan selamat dari permainan para antagonis, atau justru hatinya akan terjerat pada pesona berbahaya Elvaro dan Bian yang menyimpan rahasia lebih gelap dari malam?
All Rights Reserved
#90
alister
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ibu Susu untuk Bayi Gaib
  • Story of Alena [END]
  • PLUVIA
  • ALVAN, THE SECRET BEHIND IT [ Republish ]
  • Bricia's world (Part Gak Lengkap)
  • I Becomes An Antagonist ( END )
  • ALEXIANA
  • Change the flow of the antagonist's life (Revisi)
  • Transmigrasi Figuran

Sebuah kisah gelap tentang ambisi memiliki keturunan. Tini, ibu muda berusia 19 tahun, terpaksa menerima tawaran menjadi ibu susu di rumah Joglo mewah milik Nyonya Arini. Keputusan yang akan mengubah hidupnya selamanya. Di balik kemegahan ukiran kayu jati dan aroma melati yang memabukkan, tersimpan rahasia kelam tentang keluarga ningrat yang terobsesi memiliki keturunan. Saat Tini menyadari bahwa bayi yang harus disusuinya tak seperti bayi pada umumnya, ia sudah terlanjur terikat kontrak mistis yang tak bisa dibatalkan. Kisah horor Jawa ini akan membawa pembaca menyusuri lorong-lorong gelap rumah Joglo, menghadapi pertanyaan mengganggu tentang makna keibuan, dan harga yang harus dibayar untuk memenuhi tuntutan masyarakat akan kehadiran seorang anak. --- "Setiap wanita memiliki lukanya sendiri. Jangan tambah dalam dengan pertanyaan yang tak perlu, kapan punya anak?" Sebuah pengingat bahwa di balik senyum sopan dan jawaban klise "belum rejeki" dari mereka yang belum dikaruniai anak, mungkin tersimpan kepedihan dan pergulatan batin yang tak pernah kita pahami. Novel ini mengajak kita merefleksikan kembali sensitivitas dalam berinteraksi dengan sesama, terutama terkait isu kesuburan dan keibuan yang begitu personal. Dilarang menjiplak, mengambil sebagian scene ataupun membuatnya dalam bentuk tulisan lain ataupun video tanpa izin penulis. Jika melihat novel ini diplagiat, tolong lapor ke Ig/fb: @hayisaaaroon. Terima kasih, selamat membaca, semoga menghibur dan bermanfaat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines