Squad Mematikan

Squad Mematikan

  • WpView
    Reads 53
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 21, 2025
cerita tentang keseharian 5 bujang. Entah kerandoman apa yang mereka lakukan, kita lihat saja. . . . . Tidak ada cinta-cintaan atau belok dicerita ini, dan tidak sering mengatakan kata kasar, jika ada kata kasar, akan diganti dengan kata² lain. Maaf jika alur yang berantakan ataupun nama² yang terlalu bercampur. (Tolong dimaklumi) Dan cerita disini tidak membawa-bawa negara manapun itu. Maaf jika lingkungannya seperti di Indonesia, tetapi saya disini membuat ceritanya tdk di negara manapun itu, karena ini hanya sebatas fiksi. Cerita ini hanya sebatas karangan dan ada sedikit kisah nyata.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • CENAYANG (XingQiu)
  • UNIT KOSONG (TAMAT)
  • Hah!Dukun?
  • [ BL ] Sang Kolektor Benda Antik 2
  • [ BL ] Sang Kolektor Benda Antik 1
  • TAKDIR DIO HANIM ~ BL {Mpreg}
  • Sukma Lara
  • TUMBAL PESANTREN

Di bawah gemerlap gedung pencakar langit Shanghai, hantu-hantu modern tidak lagi bersembunyi di sumur tua, mereka bersembunyi di dalam lift, kabel fiber optik, hingga di balik jam tangan mewah. Qiu Dingjie hanya ingin hidup tenang sebagai penjaga toko barang antik milik Li Peien yang eksentrik. Namun, tubuhnya adalah "magnet" bagi roh-sebuah wadah murni yang membuat para hantu rela mengantre demi bisa curhat atau sekadar menumpang lewat. Hidup Dingjie yang berantakan menjadi makin kacau saat Eliot Huang, CEO arogan dengan aura panas yang mampu membakar hantu, datang membawa sebuah kutukan keluarga yang mematikan. Eliot butuh Dingjie untuk bicara dengan leluhurnya, dan Dingjie butuh aura Eliot agar hantu-hantu berhenti menjadikannya bantal guling. Satu kontrak kerja sama terjalin: Eliot menjadi "pelindung fisik" Dingjie, dan Dingjie menjadi "mata" bagi Eliot. Namun, saat rahasia masa kecil yang terkubur mulai terungkap bersama bantuan detektif Jiang Ocean, mereka menyadari bahwa hantu paling menyeramkan bukanlah mereka yang sudah mati, melainkan rahasia yang masih hidup. "Berhenti menyentuhku, Tuan Huang! Aku hanya butuh energimu, bukan lamaranmu!" "Diamlah, Dingjie. Roh di belakangmu bilang kau suka kalau aku menggenggam tanganmu seperti ini."

More details
WpActionLinkContent Guidelines