antara Stetoskop dan Buku Pelajaran

antara Stetoskop dan Buku Pelajaran

  • WpView
    Reads 116
  • WpVote
    Votes 50
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 23, 2025
Seorang dokter muda, Reyhan Dirgantara, memilih bekerja di klinik sebuah sekolah elit untuk menjauh dari hiruk-pikuk dunia medis rumah sakit. Ia pikir pekerjaannya akan tenang, sampai seorang siswi bernama Alya Mahendra datang dengan luka di lengan-dan luka yang lebih dalam di dalam hati. Alya bukan murid biasa. Diam, tertutup, tapi matanya menyimpan ribuan cerita yang tak pernah terucap. Semakin sering ia datang, semakin dalam Reyhan tenggelam dalam rasa yang seharusnya tak ia miliki. Namun, dunia tak seindah ruang kesehatan yang sunyi. Ketika gosip mulai beredar, dan aturan profesi mulai menghimpit, Reyhan dihadapkan pada pilihan sulit: menjaga batas... atau mengikuti suara hati? Antara stetoskop dan buku pelajaran, ada dua jiwa yang saling menemukan-di tempat yang paling tak terduga. Tapi akankah dunia mengizinkan mereka bersatu?
All Rights Reserved
#6
doktercinta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jurnal Dokter Muda
  • Garis Vital [COMPLETE]
  • Dalam Nafas yang Sama
  • Rasa Dalam Sujudku
  • Heartbeat Trauma
  • Dokter Muda Genius

Tiga belas dokter muda, baru lulus pendidikan spesialis dan umum, tinggal dalam satu kost sederhana di sudut kota Bandung. Mereka bukan sekadar rekan kerja, tapi teman seperjuangan yang menghadapi dunia rumah sakit dengan segala tekanan, darah, tawa, dan luka yang tak selalu kasat mata. Setiap hari adalah kisah baru-antara ruang tindakan, pasien yang kritis, konflik antar spesialis, hingga rahasia pribadi yang tak semua berani diungkap. Ada Adi, si tenang yang diam-diam mengidap anemia dan hemofilia. Ada Dion, satu-satunya dokter umum yang berusaha jadi penengah di antara para spesialis. Hao, si flamboyan yang dijuluki "buaya" karena tingkahnya di luar jam kerja. Dan mereka semua, satu per satu, dihadapkan pada batas antara kemanusiaan dan profesionalisme. Namun ketika tubuh dan emosi mulai jatuh satu per satu, mereka belajar bahwa menjadi dokter bukan cuma soal menyembuhkan-tapi juga bertahan hidup di antara rasa bersalah, kehilangan, dan cinta yang tertahan. Di tengah gedung rumah sakit yang tak pernah tidur, di antara bunyi monitor dan panggilan code blue, kisah mereka terus berjalan. Karena di balik jas putih itu... ada tiga belas jiwa yang juga ingin didengar. --- • Bahasa kadang baku kadang non baku Jangan lupa vote dan coment

More details
WpActionLinkContent Guidelines