Ketika Siput Kehilangan Rumahnya

Ketika Siput Kehilangan Rumahnya

  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 23, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Pernah gak sih membayangkan, bagaimana jika seekor siput tidak memiliki rumah? Apa ia masih bisa berpulang? Tapi ini bukan tentang siput. Semua ini menggambarkan 'seseorang' yang mencari rasa aman dan arti pulang. Tanpa tempat untuk bersandar dan berkeluh kesah, ia menumpahkan isi hatinya dalam buku harian, satu-satunya ruang yang tak menghakimi. Namun, di balik kesedihannya, ia perlahan menyadari bahwa "rumah" bukan hanya tentang bangunan atau orang lain-tetapi bisa tumbuh di dalam dirinya sendiri. by: Q
All Rights Reserved
#841
gelap
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ayah, Ibu, Kemana Aku Harus Pulang? (On going)
  • DUNIA HAMPA
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Kau Rumahku
  • Lumière || Dino SVT ✔️
  • Unraveling Us
  • Boleh Aku Cerita?
  • ENIGMA : When We Are { TERBIT }
  • Far From Home [TERBIT]

Hallo teman-teman! Disini aku bawain cerita nih, mungkin menurut kalian agak klise. Tentang kisah hidup seseorang yang mungkin, menyedihkan? Tidak begitu menyedihkan, karena hari-harinya akan ditemani banyak orang yang menyenangkan, mungkin? Kemana dirinya harus pulang? Rumah? Tapi, bagaimana bisa dirinya merasa tidak nyaman di rumahnya sendiri? Rumah, ruang aman yang bisa jadi tempat berkeluh kesah. Bercerita tentang penatnya menanti senja yang tak kunjung datang. Menghabiskan sebagian waktu, saling mengerti satu sama lain. Apa makna "Rumah" bagi kalian?

More details
WpActionLinkContent Guidelines