Senja Terakhir Di Jakarta

Senja Terakhir Di Jakarta

  • WpView
    LECTURAS 156
  • WpVote
    Votos 46
  • WpPart
    Partes 30
WpMetadataReadConcluida mar, may 13, 2025
Raya Anggraini, seorang editor majalah sastra yang dikenal cermat namun tertutup, hidup dalam ritme yang tenang dan terukur di Jakarta. Tapi semuanya berubah ketika ia kembali dipertemukan dengan Reza Dirgantara-mantan kekasih yang pernah ia tinggalkan tanpa sepatah kata, sepuluh tahun lalu. Kini, mereka harus bekerja sama dalam proyek buku kenangan seorang penulis legendaris yang sedang menunggu ajal. Di tengah deadline, tumpukan arsip, dan perjalanan menyusuri jejak-jejak masa lalu, mereka menemukan diri mereka tersesat dalam kenangan yang belum selesai. Reza masih menyimpan tanya. Raya masih menyimpan luka. Jakarta menjadi saksi bisu atas percakapan-percakapan yang tak pernah selesai, tatapan-tatapan yang terlalu lama dihindari, dan senja-senja yang terus datang tanpa janji. Senja Terakhir di Jakarta adalah kisah tentang yang tertinggal, yang tak diucapkan, dan tentang bagaimana cinta kadang harus patah dulu untuk bisa tumbuh kembali-atau justru, untuk benar-benar dilepaskan.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Keping Ingatan (Elegi Renjana)
  • LANGIT TANPA KATA
  • Skenario yang tak tertulis
  • This City
  • KITA YANG HAMPIR SELAMANYA
  • 𝓙𝓮𝓳𝓪𝓴 𝓚𝓮𝓷𝓪𝓷𝓰𝓪𝓷 𝓭𝓲 𝓤𝓳𝓾𝓷𝓰 𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪
  • always you
  • Ex or New? [REVISI]
  • Traces in the Light

Bila selamanya hanyalah sementara, mungkin memang benar beberapa kenangan akan menghilang bersama ingatan yang memudar. Tapi bagaimana jika ingatan itu tak hanya dibawa oleh satu persona? Yang kemudian masing-masingnya kembali bersua dalam satu titik kehidupan, dan menyatukan kepingannya menjadi sepotong cerita yang tak berkesudahan? Ini bukanlah sekuel dari Elegi Renjana. Tak juga bisa dibilang sebagai lanjutan kisah ke-8 tokohnya. Ini adalah potongan-potongan ingatan yang diramu kembali untuk menghadiahi rindumu rasa tenang. Jangan terlalu banyak berharap ia akan menjelma sebuah buku. Karena seperti yang kamu tahu, beberapa rasa lebih baik mengendap dalam cerita yang tak tertebak. Dan sebagian rasa lagi, sudah seharusnya tersampaikan agar tak membuat hidup lantas berhenti melaju. Telah beredar di seluruh toko buku di Indonesia; Elegi Renjana by Stefani Bella

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido