Whispers of the Past

Whispers of the Past

  • WpView
    MGA BUMASA 66
  • WpVote
    Mga Boto 11
  • WpPart
    Mga Parte 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Thu, Jun 12, 2025
Dikenal sempurna, hidup Aletha dipenuhi kemewahan dan sorotan. Tapi tak semua yang berkilau itu bahagia. Di balik senyum dan nama besar keluarganya, tersembunyi teka-teki yang perlahan menelannya hidup-hidup. Dan satu per satu, topeng mulai jatuh.
All Rights Reserved
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Behind The Smile
  • Atela's Journal [FINISHED]
  • I'm the Antagonist's
  • RUMAH?
  • Yang Tak Terucap...
  • Separate
  • Dibawah atap yang salah (hiatus)
  • Bahagia Ada Bersamanya (END)

Ini tentang Shaila, yang mengalami gangguan kesehatan mental dan berulang kali mencoba bunuh diri. Shaila suka membuat onar, melemparkan kalimat menyakitkan, lalu bersikap seolah tak ingat apa-apa. Hingga suatu hari ia mengalami teror mengerikan dan sejak saat itu kenangan buruk di masa lalunya terus berputar seperti kaset rusak. Kenali juga, Caramel, yang selalu disalahkan dan dibandingkan. Diam-diam Caramel gemar merokok bahkan mengonsumsi alkohol. Diam-diam juga, Caramel sangat takut pada keramaian. Kalian pun akan bertemu Fathia, yang selalu mengenakan masker karena rasa tak percaya diri dengan wajahnya yang berjerawat. Sering mencintai dengan tulus, tapi tak pernah dicintai kembali dengan tulus. Terakhir, Eveline, yang selalu dijadikan bahan lelucon karena tubuhnya besar. Hingga jatuh hati pada seorang lelaki dingin dan penggila game membuat Eveline bertekad untuk merubah dirinya. Setiap orang memiliki rahasia yang tak boleh diketahui dunia, kenangan buruk yang tak mau diingat dan rasa sakit yang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Jadi ... topeng apa yang mereka gunakan untuk menutupi masalah? Jika topeng itu hancur, mana yang mereka pilih; menyatukan kembali puing-puing topeng dan tak memberi jeda untuk menangis atau menyerah karena kalah dalam kepura-puraan?

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman