ISENG ATAU SERIUS?

ISENG ATAU SERIUS?

  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 1, 2025
Di hari pertama masuk SMA, seorang siswi cuek yang lebih suka menjaga jarak dari cowok tiba-tiba didekati oleh seorang cowok misterius yang tampak penasaran dengannya. Dengan pendekatan sederhana melalui dunia gambar, si cowok berusaha mencairkan suasana-mengajak adu gambar, memberi pujian, hingga menunjukkan rasa kagum. Namun, sang siswi tetap bersikap dingin, tidak ingin terlibat terlalu jauh atau memiliki harapan lebih. Interaksi mereka makin intens saat ternyata mereka sekelas. Sikap si cowok yang santai, agak konyol, dan penuh kejutan membuat gadis itu bingung-antara merasa terganggu atau mulai terhibur. Kejadian kecil seperti si cowok "sembunyi" di balik tiang bendera pun menjadi momen kocak yang memperlihatkan sisi lucu dan jujurnya. Cerita ini menggambarkan awal pertemuan dua remaja yang bertolak belakang: satu cuek dan menjaga jarak, satu lagi santai dan penasaran. Mampukah keisengan itu berkembang jadi pertemanan... atau bahkan lebih?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Misi Kalisa (End)
  • Love At First Sight
  • Cewek Kuncir Kuda
  • 𝐏𝐚𝐢𝐧𝐟𝐮𝐥 𝐖𝐞𝐢𝐫𝐝𝐧𝐞𝐬𝐬 [SELESAI]
  • You're My Everything
  • ARES KIRANA
  • All About You [END]
  • Lengkara [END]
  • Antara Kita

"Ngapain lo!" Suara seseorang menyadarkanku, membuatku berbalik lalu menatapnya intens. Cowok belagu lagi. "Menurut lo, gue ngapain disini?" Ucapku setelah satu detik mencoba setenang mungkin. Dia menatap langit langit perpustakaan. Lalu menatapku kembali. "Lo ngadem kan," ucapnya dingin. Dia bukan bertanya, lebih tepatnya nuduh. "Sotoy banget lo!" Ucapku ketus tapi masih kategori pelan. "Aneh aja. Cewek kaya lo meluangkan waktu di perpus, apalagi sekarang nyari buku di rak matematika," ucapnya datar. "Emang kenapa?" Sahutku mulai kebawa emosi. Dia tersenyum miring. "Nggak pantes!" Ucapnya sambil mengeja. Lalu meninggalkanku dengan tersenyum devil. "Kenzo," panggilku berhasil membuatnya menoleh. Risih banget pertama kali manggil namanya. "Keren doang ya muka lo, tapi mulut lo busuk!" Mampus lo! Sakit hati sakit hati lo. Bodo amat dah. "Jadi gue keren?" "What?" Aku shock mendengarnya. "Thanks ya," ucapnya tersenyum sekilas sebelum benar benar meninggalkanku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines