DIA ARABELLA

DIA ARABELLA

  • WpView
    Reads 119
  • WpVote
    Votes 69
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 31, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
anak pertama, dituntut sempurna, selalu menjadi harapan keluarga. Kisah ini tentang tanggung jawab, perjuangan, dan bagaimana anak sulung belajar untuk mandiri di tengah harapan yang besar, serta menemukan jati diri di balik beban itu dan dia juga kurang kasih sayang dari orang tua dan keluarganya,dia bukan hanya anak pertama tapi dia anak pertama perempuan,dia selalu mendidik keras adik adik nya walaupun dia mendidik keras adik adik nya tapi dia sangat menyayangi adik adik nya
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sulung
  • Aland Leon O. (Pre ORDER)
  • Inheritance of The Firstborns
  • Hidden Scars ✓
  • Bisikan Hujan
  • Kotak Harapan dan Kisahnya || JKT48
  • Belenggu Di Ujung Lara (terbit)
  • Riuh Dalam Sunyi
Sulung

Fondasi terkuat dari tiap pasangan yang ada di muka bumi ialah seorang anak. Di anugrahi seorang anak memanglah membahagiakan tapi bukan berarti anak itu harus di kucilkan apabila ia tak sanggup tuk raih apa yang orang tuanya mau. Seperti anak sulung keluarga .... yang selalu di tuntut ini dan itu, yang selalu di minta untuk sempurna, yang di minta untuk mengharumkan nama baik keluarga, yang selalu di cap salah dalam hal yang ia lakukan. Bahkan kesalahan yang di perbuat belum tentu menjadi kebwnaran bahwasannya anak malamg itu bersalah. Tidakan ini justru tanpa di sadari, membuat anak sulung itu juga akan rapuh, tak selamanya ia dapat menjadi sempurna ia akan mendapat kekurangan, tidak selamanya ia dapat mengharumi nama baik keluarga. Ia juga manusia yang mudah rapuh, jangan terus tuntut ia melakukan hal yang tidak selalu dirinya bisa untuk lakukan, jangan buat anak itu di benci oleh orang terdekatnya akibat tingkah para orang tua yang membatasi kesosialitaannya pada dunia luar selain rumah. Biarkan ia mendapat sandarannya sendiri untuk menangis dan bercerita, biarkan ia bebas sejenak dari kata-kata yang terombang-ambing dalam pikirannya. Jangan paksakan banyak hal pada dirinya. ''Ayah, Bunda, maaf- Esa belum bisa jadi anak yang baik buat kalian ...'' ''No, udah dulu ya, Nak. Nanti dadanya sakit, Esa itu anak paling hebat yang pernah ayah miliki.'' ''Esa, sayangnya Bunda. Semangat terus ya biar bisa bareng lagi sama kita. Nanti Bunda janji bakal bawa sama masakin semua yang Esa mau, oke!?'' ''Bang, Esa ... Jidan mau abang temenin main nanti.''

More details
WpActionLinkContent Guidelines