Jakarta selalu terlihat ramah dari kejauhan, tapi tidak pernah benar-benar mudah bagi siapa pun yang datang membawa mimpi. Kota ini menuntut banyak hal-keberanian, ketahanan, dan kesediaan untuk jatuh berkali-kali tanpa suara. Bagi Nara Amandita, Jakarta bukan tentang gedung tinggi atau cahaya malam. Kota ini adalah tempat di mana ia belajar bertahan setelah kehilangan, melanjutkan langkah yang sempat ingin ia hentikan, dan membuktikan bahwa asal-usul tidak pernah menentukan seberapa jauh seseorang bisa melangkah. Hari itu, ia melangkah masuk ke perusahaan impiannya untuk pertama kali. Tidak membawa apa pun selain tekad yang ia kumpulkan sejak kampung halamannya-dan harapan kecil yang ia jaga agar tidak runtuh.
More details