Resonansi Hati

Resonansi Hati

  • WpView
    Reads 10,101
  • WpVote
    Votes 838
  • WpPart
    Parts 43
WpMetadataReadComplete Tue, Jun 16, 2026
Ketika takdir merangkai benang-benang paling rumit, Zain Arsalan Ahmad, dokter tampan idaman dengan segudang kesuksesan, mendapati dirinya terperangkap dalam pernikahan tanpa cinta dengan Kiana Nadine Safira, pengusaha berjiwa tangguh. Sebuah ikatan suci yang bukan dilahirkan dari keinginan, melainkan dari sebuah paksaan yang tak bisa dihindari. Bagi Zain, keberadaan Kiana sebagai istrinya adalah bara yang terus membakar kebencian. Setiap sentuhan, setiap tatapan, adalah pengingat pahit akan belenggu yang mengikatnya. Namun, di tengah badai penolakan, Kiana memilih bertahan. Dengan hati yang terluka namun tak pernah menyerah, ia mencoba merajut asa, menghadapi dinginnya dinding yang Zain bangun. Ia berjuang, mati-matian, untuk sebuah cinta yang bahkan tak pernah diinginkan suaminya. Mampukah ketulusan dan kesabaran seorang wanita meluluhkan hati sebeku es yang telah terkunci rapat? Atau akankah perjuangan Kiana hanya akan berakhir sia-sia, menjadi dongeng pahit tentang cinta yang tak pernah sampai? Selami kisah penuh intrik, luka, dan harapan ini, di mana setiap detik adalah pertarungan untuk sebuah "Resonansi Hati" yang sesungguhnya!. JANGAN PLAGIAT YA!!! HARGAI KARYA ORANG LAIN!!!
All Rights Reserved
#57
dingin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DIANTARA DUA DUNIA [END]
  • The Surgeon's Clause  [TAMAT]
  • Secret Love Mas Bupati
  • Suddenly Married
  • Ad meliora.
  • Out of Pattern
  • Love After Accident [On Going]
  • ANCHORED HEARTS [BERLANJUT]
  • Tanpa Nama
  • Croire AB

Jakarta selalu terlihat ramah dari kejauhan, tapi tidak pernah benar-benar mudah bagi siapa pun yang datang membawa mimpi. Kota ini menuntut banyak hal-keberanian, ketahanan, dan kesediaan untuk jatuh berkali-kali tanpa suara. Bagi Nara Amandita, Jakarta bukan tentang gedung tinggi atau cahaya malam. Kota ini adalah tempat di mana ia belajar bertahan setelah kehilangan, melanjutkan langkah yang sempat ingin ia hentikan, dan membuktikan bahwa asal-usul tidak pernah menentukan seberapa jauh seseorang bisa melangkah. Hari itu, ia melangkah masuk ke perusahaan impiannya untuk pertama kali. Tidak membawa apa pun selain tekad yang ia kumpulkan sejak kampung halamannya-dan harapan kecil yang ia jaga agar tidak runtuh.

More details
WpActionLinkContent Guidelines