Bayang-Bayang Elverra

Bayang-Bayang Elverra

  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing16m
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 24, 2025
Lady Aelira Verdenne hidup dalam bayang-bayang keluarga yang hancur setelah perceraian orang tuanya. Dikelilingi intrik politik dan kekuasaan, ia berusaha menemukan tempatnya di istana yang dingin. Namun, ketertarikannya yang tak terucapkan pada sang putra mahkota, Darius, membuatnya terjebak dalam permainan yang lebih rumit dari sekadar politik. Darius, yang selalu menjaga jarak dan bersikap dingin, diam-diam mulai merasakan sesuatu yang tak bisa ia kontrol-perasaan yang mengarah pada Aelira. Dua hati yang terperangkap dalam dunia yang penuh rahasia, akan berhadapan dengan perasaan mereka sendiri.
All Rights Reserved
#115
politic
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Gemini; Tentang Dia yang Pergi [END]
  • Tumbuh Tanpa Sembuh | TAMAT
  • DARI HATI SEORANG TENGKU - KERANA AKU PERNAH SUKA
  • Woman Who Called Mother
  • ALEA: Gerbang Ketiga-Di Balik Pintu Tak Bernama
  • The Lonely Millionaire Volume 1
  • Sumpah Sang Mantan (Tamat)
  • Justice [TAMAT]

Gemini; Tentang Dia yang Pergi Hanya ini yang bisa kutuliskan sebagai rasa penyesalanku padamu. Andaikan kau membacanya, pahamilah. Pahamilah penyesalanku, pahamilah rasa bersalahku, pahami, tapi jangan kembali. Apa aku salah, saat aku menginginkan ia tak kembali? Apa aku salah, saat kutakut bahkan mendengar nama itu saja? Apa aku salah, saat aku menyalahkan diriku atas salahku? Aku, Regan Geminandra, manusia paling salah sedunia. Aku, Regan Geminandra, orang terbodoh sedunia. Aku, tak pernah berharap agar ia kembali. Tapi, bagaimana caranya aku minta maaf bila ia tak kembali? Apa ia tau akan rasa penyesalanku ini? Ah, aku berharap ia dapat tahu, ia dapat paham, tanpa kuberitahu. Biarlah aku disini, terdiam ditelan dan dihujam rasa bersalahku sendiri. Biarkan aku, jangan cari aku, jangan sebut nama itu. Satu nama, hanya nama itu saja. Ayu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines