Mengabdi
  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 25, 2025
Kirana mengira dengan menyembunyikan nama belakang Sasmitaloka miliknya, ia bisa menghapus jejak masa lalu-menyembuhkan luka, dan melindungi dirinya dari kejaran orang-orang kulit putih yang dulu menghancurkan keluarganya. Dalam balutan pakaian abdi dalem, ia memilih diam dan mengabdi pada keluarga Bupati Tumenggung Brotodiningrat, berharap ketenangan akan jadi takdir terakhirnya. Tapi takdir menolak diam. Rahasia yang ia simpan rapi terbongkar oleh orang yang paling ingin ia hindari, sejak hari itu, Kirana bukan lagi dilihat hanya sekadar pelayan. Ia ditarik dalam arus besar yang memaksanya menapaki dunia yang dulu ia tinggalkan-dan menuntunnya pada perjalanan sunyi untuk memahami makna sejati kebebasan, luka, dan menjadi manusia. · · ─ ·𖥸· ─ · ·· · ─ ·𖥸· ─ · · "𝑨𝒌𝒖 𝒎𝒖𝒏𝒈𝒌𝒊𝒏 𝒉𝒂𝒏𝒚𝒂 𝒂𝒃𝒅𝒊, 𝒉𝒊𝒅𝒖𝒑 𝒅𝒂𝒍𝒂𝒎 𝒌𝒆𝒑𝒂𝒕𝒖𝒉𝒂𝒏, 𝒕𝒖𝒏𝒅𝒖𝒌 𝒕𝒂𝒏𝒑𝒂 𝒃𝒂𝒏𝒚𝒂𝒌 𝒑𝒆𝒓𝒕𝒂𝒏𝒚𝒂𝒂𝒏, 𝒕𝒂𝒑𝒊 𝒂𝒌𝒖 𝒋𝒂𝒖𝒉 𝒍𝒆𝒃𝒊𝒉 𝒉𝒊𝒅𝒖𝒑 𝒅𝒂𝒓𝒊 𝒌𝒂𝒍𝒊𝒂𝒏 𝒑𝒂𝒓𝒂 𝒑𝒓𝒊𝒚𝒂𝒚𝒊 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒉𝒊𝒅𝒖𝒑 𝒃𝒂𝒈𝒂𝒊 𝒌𝒂𝒎𝒃𝒊𝒏𝒈 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒅𝒊𝒂𝒓𝒂𝒌 𝒐𝒍𝒆𝒉 𝒂𝒏𝒂𝒌 𝒈𝒆𝒎𝒃𝒂𝒍𝒂."
All Rights Reserved
#238
fiksisejarah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Larasati- Napas Dari Masa Lalu
  • 🖤Rahasia diantara kita
  • Bunuh Saja Aku Tuhan
  • The Last Birthday With You
  • Maina & Maxim
  • I Became The Antagonist
  • Yang Tak Terucap...
  • Transmigrasi Adella

"Ada napas yang tertinggal di masa lalu. Larasati hanya perlu mendengarkannya." Larasati selalu merasa asing di dunia yang ia pijak-seperti ia pernah hidup di tempat yang berbeda, pada waktu yang tak bisa dijelaskan. Dalam diamnya, ia menyalakan lilin... dan dari nyala itu, masa lalu mulai berbicara. Suara-suara dari kehidupan sebelumnya datang perlahan: tentang seorang tabib wanita yang merawat bayi dan jiwa manusia, tentang putri seorang Tumenggung yang tak pernah dikenang sejarah, dan tentang lelaki bernama Raka yang jiwanya terasa begitu akrab. Saat ingatan mulai terungkap satu demi satu, Larasati harus memilih: melupakan semuanya... atau mengikuti bisikan yang menuntunnya pulang. Larasati: "Raka, aku merasa ada yang lebih dari sekadar lilin ini. Sepertinya, mereka membawa sesuatu yang lebih dalam... sesuatu dari masa lalu." Raka: "Aku merasakannya juga. Seperti kita pernah terhubung, meski kita tidak tahu bagaimana."

More details
WpActionLinkContent Guidelines