Tentang Kamu, Nadia

Tentang Kamu, Nadia

  • WpView
    Reads 3,016
  • WpVote
    Votes 448
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 4, 2025
Sejak sekolah dasar, Nadia adalah pusat dunia bagi Raditya Juna Mahesa. Mereka adalah tetangga yang begitu lengket satu sama lain. Tapi tiba-tiba di suatu hari Radit berubah, dia jadi cuek dan seolah Nadia bukan apa-apa baginya lagi. Jarak pun membentang jauh di antara keduanya. Kata Nadia yang kala itu marah pada Radit karena dia berubah, "Radit jahat! Mulai sekarang kita bukan teman lagi!' Semenjak itu, mereka hanya orang asing. Hingga suatu hari akan ada perjodohan dalam dua keluarga itu. Antara Nadia dan Priyandaru Samudera__kakaknya Radit. "Hai, calon adik ipar!" sapa Nadia yang membuka pintu rumahnya di suatu pagi pada tamunya. Radit tetap cuek tanpa ekspresi meski Nadia terdengar mengoloknya. "Seperti mendung yang belum tentu turun hujan. Calon belum tentu jadi beneran. Bisa aja, aku yang nikahin kamu di hari yang sudah ditentukan." "Eng-gak mung-kin!" "Maka akan aku buat menjadi mungkin."
All Rights Reserved
#454
anakangkat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rieril
  • My Doctor is My Husband(TAMAT)
  • Aku Adalah Lukamu
  • I love you, Mas Duda
  • MEISYA
  • ISTRI GEN -Z
  • Aksara Lingga
  • Kembali Bersamamu (END)
  • From Sorrow To Happiness || Mayor Teddy
  • ASA: Semesta Itu Bukan Milik Kita
Rieril

Menyadari keberadaan Eril, Eyra buru-buru mengusap wajahnya. Eyra kembali menoleh, kini dengan senyum manisnya seakan tidak terjadi apa-apa. "Ngapain?" Tanya Eril yang dijawab gelengan ringan dari Eyra. Eril ikut duduk di samping Eyra "ketahuan banget." Ujarnya lalu menarik Eyra ke dekapannya. "Eril Apa-apaan sih?" Kesal Eyra berusaha melepaskan diri. Bukannya melepaskan, Eril malah semakin mengeratkan pelukannya. "Udah, nangis aja gak ada yang liat juga." Mendengar itu Eyra berdecak "ngapain sih, dateng-dateng malah nyuruh nangis" katanya, kali ini sudah tidak ada penolakan di dalam dekapan Eril. "Gue gak tau masalah lo apa, tapi gue bisa ngerti lo ada masalah" ujarnya menepuk-nepuk bahu Eyra. "Gak usah ngejawab!" Tanpa diminta lagi, tangis Eyra pecah. Eyra menangis bersandar di dada Eril. Gak usah ngira ngira, kisahnya gak semenyedihkan itu kok. Penasaran kelanjutannya? Yok! Ikuti kisah satu ini!

More details
WpActionLinkContent Guidelines