NARAYA (TELAH TERBIT)

NARAYA (TELAH TERBIT)

  • WpView
    Reads 857
  • WpVote
    Votes 512
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 28, 2025
Ketidakwarasan dalam hidup membuat Raya menjadi gadis yang arogan, keras kepala dan emosional. Dia disebut monster dan pembunuh berdarah dingin karena kejadian yang menewaskan sahabat sendiri dua tahun lalu, semua orang menjauhinya, menghakimi tanpa mereka tahu kejadiannya. Ditambah dengan perlakuan sang ayah, Naraya Aurelia, yang kehadirannya memang tidak pernah diinginkan, dia ada karena sebuah kesalahan. Raya tertatih-tatih merangkak dalam hidupnya, sehingga Vignia datang mengulurkan tangan padanya tanpa laki-laki itu sadari dia ikut terseret dalam rumitnya masalah hidup Raya. Akankah Vignia mampu membantu Raya menemukan jalan keluar di setiap masalah yang menerjangnya? ....... star: 2 April 2025 end:_
All Rights Reserved
#38
eventssp
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Home
  • I'm the Antagonist's
  • Rain in London
  • GARAYA : Pair Of Lose Colors ( SEGERA TERBIT)
  • Raya [On Going]
  • Carving happiness for Rayyanza
  • Lingering Sadness
  • Sampai Nanti
Home

Keluarga Vaughn yang tampak sempurna, dengan ayah sukses, ibu penuh kasih, dan tiga anak laki-laki cerdas, berubah drastis ketika Varendra, sang ayah, membawa pulang seorang anak laki-laki misterius, Cassiel Elio Vaughn. Amaryllis, istrinya, marah dan hancur mengetahui bahwa Cassiel adalah anak Varendra dari luar pernikahan. Ketegangan memuncak hingga Amaryllis berteriak agar Varendra membawa Cassiel pergi, namun pada pagi harinya, Amaryllis ditemukan meninggal. Kehilangan ibu dan kebahagiaan membuat Cassiel menjadi pusat kebencian di rumah itu. "B-bang..." "Diam". Cassiel mengejang ketika suara itu jatuh di telinganya seperti belati. Lalu, tanpa peringatan- Bugh! Pukulan keras mendarat di pipinya, menghantamnya dengan kekuatan yang cukup untuk membuatnya tersandung ke belakang. Rasa panas menyebar di wajahnya, bibirnya mulai berdenyut nyeri. Cassiel tidak berani bergerak. Dia tahu Rayden belum selesai. Nerian dan Nevian duduk dengan santai, menikmati kejadian itu seolah itu adalah tontonan hiburan pagi hari. "Lihat tuh, kayak anjing," cibir Nevian dengan nada jijik. "Gimana kalau kita buang aja? Pasti ada yang mau pelihara," tambah Nerian dengan tawa kecil. "Mana ada yang mau melihara anjing jelek kaya dia." balas Nevian. Kapan aku dapat merasakan ketenangan sedikit saja? Kenapa aku yang harus merasakan ini? Bukankah rumah adalah tempat yang nyaman? Tapi, dimana rumahku, tempatku bersandar dan mengeluh? Start : 7 Maret 2025 End : 16 April 2025

More details
WpActionLinkContent Guidelines