Avrellia

Avrellia

  • WpView
    Reads 39
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 25, 2026
"Menjadi anak pertama bukan hanya tentang lahir lebih dulu... tapi tentang tumbuh lebih cepat dari yang seharusnya." Avrellia, gadis berusia 17 tahun, harus menjadi ibu bagi tiga adiknya saat ibunya tiada dan ayahnya tak pernah punya waktu untuk mereka. Setiap hari ia bangun paling pagi, menyiapkan segalanya, menahan tangis, dan berusaha tetap kuat - meski hatinya sendiri mulai retak. Di sekolah, Avrellia bukan siapa-siapa. Justru di sanalah ia sering menjadi sasaran ejekan, dijatuhkan, dan dianggap remeh. Dunia seolah tak menyisakan ruang untuknya bernapas lega. Tapi apakah seseorang seperti Avrellia masih berhak bahagia? Apakah cinta juga akan datang padanya... atau justru dunia akan merenggut semuanya sebelum sempat ia merasa dicintai? Sebuah kisah tentang luka, tanggung jawab, dan harapan kecil yang tumbuh dalam diam. "Avrellia" adalah suara bagi anak pertama yang terlalu sering disuruh mengerti, tapi tak pernah dimengerti...
All Rights Reserved
#122
luka
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Silence In Their Minds
  • Alviandra ; He's My Boyfriend
  • ELGITA  (TERBIT)
  • Cahaya Dari Luka
  • To Heal
  • ADARA
  • I Need The Protection
  • Menyerah atau Bertahan?
  • Bulan Retak di Langit Senja
  • Kesedihan [SELESAI]

--- Azellea selalu terlihat ceria. Senyumnya sehangat matahari pagi, tawanya seperti lagu yang menenangkan. Di sekolah, ia dikenal sebagai gadis yang ramah, penuh semangat, dan selalu membuat orang lain nyaman berada di sekitarnya. Namun di balik semua itu, tersembunyi luka-luka yang tak pernah ia tunjukkan. Dari rumah yang tak lagi terasa seperti rumah, dari pertemanan yang menyisakan pengkhianatan, hingga cinta pertama yang justru meninggalkan jejak paling perih. Azellea menyembunyikan segalanya di balik senyum dan kata-kata positifnya. Karena baginya, menunjukkan kesedihan adalah tanda kelemahan. Dan menjadi kuat... adalah satu-satunya cara agar ia bisa bertahan. Tapi sekuat apa pun seseorang berpura-pura bahagia, luka yang tak diobati akan terus membesar. Sampai akhirnya, Azellea harus memilih: terus menjadi "baik-baik saja" atau mulai menyembuhkan dirinya yang sesungguhnya. ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines