We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
After Such A Long Time (Hiatus)

After Such A Long Time (Hiatus)

  • WpView
    Reads 1,281
  • WpVote
    Votes 250
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadMatureComplete Tue, May 27, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
⚠️⚠️Normalisasikan vote, komen dan follow terlebih dahulu sebelum membaca. Menceritakan seorang lelaki yang berusaha untuk bisa mendapatkan kembali apa yang telah hilang dari kehidupannya. Namun terkadang dirinya dipatahkan oleh kenyataan yang mengharuskan dirinya untuk bisa merelakan sang pujaan hati walau tekesan sulit. Dirinya tidak mengetahui dimana keberadaan sang pujaan hati, yang justru membuat dewangga kesulitan untuk sekedar mencari informasi atau keadaan gadis tersebut. "Jika proses saya untuk bisa menemukanmu tidaklah mudah, saya akan terus menunggu kalau memang itu kamu hasilnya."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DALAM DETAK (SELESAI)
  • SETTLE || JeongKook
  • Permintaan Maaf Anggis [END]
  • (End) Ketika Hanya Hati yang Saling Bicara
  • REGATHAN [END]
  • BUN𝖦A PRIBUΜI |ᴅɪғғᴇʀᴇɴᴛ ʙʟᴏᴏᴅ| [END]
  • Our Journey To Love
  • Married at First Sight : The Antagonist's Bride
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • Jerat

[ CERITA DIPRIVASI ] Semua orang berlomba bergaya, bekerja, berkomunikasi demi mendapatkan satu rasa yang disebut; Cinta. Hingga lupa pada takdir yang tak selalu menuruti kehendak, sebab ada empunya. Kalau saja cinta selalu seindah bait puisi milik Penyair ternama, mungkin perjuangan benar tak ada artinya. Namun, lagi-lagi, konspirasi alam tak pernah memiliki jadwal. 'Ia' berputar semaunya. Mengitari manusia yang tanpa tahu malu terus berangan. Atau ... justru mendukung mereka para pesimis. Apakah ketika mencintai, kau selalu siap dengan patah hatinya? Hei, kedua hal itu adalah paket wajib yang tak akan bisa kau pilih salah satu. Percayalah, senikmat apa pun cinta yang kaurasa hari ini, kelak alam akan memintanya untuk menghancurkanmu. Menjadi kepingan raga, rasa yang hancur dan kau menderita. Apakah menakutkan? Tidak. Karena manusia selalu merasa dirinya yang terhebat. Berpikir mampu bertahan dalam duka yang teramat. Berangan mampu mengubah cinta menyiksa menjadi bahagia penuh euforia. Bukankah manusia itu makhluk paling serakah? Ia tidak pernah berpikir, kalau segala sesuatu memiliki batas. Kecuali, Sang Pencipta. Maka, beginilah ritmenya; Cinta-->Bahagia-->Jenuh-->Luka-->Mengakhiri/Memperbaiki? Selamat Membaca! Salam, Curious_ Ditulis-Diakhiri: Maret 2017

More details
WpActionLinkContent Guidelines