Menunggu Waktu, Menemukan Dirimu

Menunggu Waktu, Menemukan Dirimu

  • WpView
    Membaca 368
  • WpVote
    Vote 44
  • WpPart
    Bab 33
WpMetadataReadDewasaBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Feb 9, 2026
Liora dan Levian dipertemukan secara tak sengaja di kampus sebuah pertemuan sederhana yang tumbuh menjadi cinta tak terduga. Namun ketika Levian menerima beasiswa ke luar negeri, hubungan mereka diuji oleh jarak, waktu, dan ketidakpastian. Selama empat tahun menjalani LDR, mereka bertahan dengan harapan dan janji. Tapi tak ada yang bisa memprediksi arah takdir terutama ketika masa lalu Aksan kembali menghantui dalam wujud rahasia yang tak pernah ia ceritakan. Sementara itu, hadirnya Ray, pria asing yang penuh teka-teki, mulai mengaburkan batas antara rasa nyaman dan kesetiaan. Dibalut dengan rindu yang membeku, penantian yang menggantung, dan cinta yang nyaris padam, kisah ini membawa pembaca pada lika-liku emosi, kebohongan, dan pengkhianatan... hingga semua berpuncak pada sebuah pelaminan yang mungkin bukan tempat mereka berdua berdiri bersama. Karena kadang, yang paling kita cinta... justru yang paling menyakitkan. Tapi juga, yang paling layak diperjuangkan.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • If It's You
  • Renandra Retha
  • Karena Kamu Rumahnya
  • Jarak dan Rindu (END)
  • Obsessive Love Disorder ✔️
  •  DISTANCE OF LONGING [ END ]
  • Would You Be Mine

Tak semua cinta harus dimiliki. Tak semua harap harus terpenuhi. Dan tak semua luka harus hilang untuk bisa bahagia. Nadhira mencintai Izzan dalam diam, sejak masa putih abu-abu. Cinta yang tumbuh tanpa suara, namun berdetak dalam tiap helaan napasnya. Hingga waktu dan takdir membawanya pada kenyataan: Izzan menikah, bukan dengannya. Dunia Nadhira runtuh, namun ia memilih untuk tetap berdiri. Perjalanan panjang menuju penerimaan, membuat Nadhira belajar bahwa ikhlas bukan berarti tak pernah menangis. Tapi tentang berdamai dengan diri sendiri, tentang menata hati meski tak ada pelukan yang menenangkan. Ia mulai menulis, mengajar, dan membangun ruang aman bagi banyak jiwa muda-sembari pelan-pelan menyembuhkan dirinya. Ini adalah kisah tentang cinta yang tidak berakhir dengan "memiliki", tapi dengan "menerima". Tentang seorang perempuan yang tak lagi menunggu bahagia dari seseorang, tapi menciptakan bahagianya sendiri bersama Allah. Dan ketika ia benar-benar siap, cinta akan datang bukan sebagai pelengkap, tapi sebagai anugerah. Sebuah novel yang hangat, dalam, dan penuh perenungan untuk siapa saja yang pernah mencintai diam-diam-dan sedang belajar merelakan dengan tenang.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan