The Man With A Sword

The Man With A Sword

  • WpView
    Reads 340
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 20, 2015
Aku terlahir untuk menang. Mengalahkan beribu musuh, menjatuhkan mereka dengan senjata terbaikku. Untuk selalu memenangkan petarungan, itul Namun entah kenapa, ketika aku jatuh, aku tidak mengira aku akan mampu bangkit lagi. Ketika aku pergi, aku tidak mengira aku akan kembali lagi. Ketika kau kehilangan sesuatu yang berharga, kau juga pasti tidak akan mengira akan mendapatkannya kembali. Aku benci untuk mengakuinya, tapi harus kukatakan bahwa aku telah terjatuh. Aku terjatuh, pergi, dan kehilangan segala hal yang berharga dalam hidupku. Aku melewati itu semua dengan harga diriku yang telah terbang jauh meninggalkanku seorang diri. Mereke bilang, "Jika kau hidup karena sebuah pedang, kau juga akan mati karena sebuah pedang." Aku mengijinkannya. Biarlah jika suatu hari aku juga akan mati karena sebuah pedang. Karena aku tahu, beribu tahun lama hidupku, tidak ada yang abadi. Tidak ada yang benar-benar suci. Tidak ada yang benar-benar kekal. Jika aku melihat ke belakang, aku tahu aku akan melihat dendam dan amarah yang mendalam. Jika sebelumnya aku tidak mengira aku akan bangkit lagi, ternyata aku salah. Seperti yang kukatakan sebelumnya, aku terlahir untuk menang. PERINGATAN: UNEDITED Jika ada kesalahan penulisan atau frasa ambigu, tolong katakan. Agar segera diperbaiki. Copyright © 2015 All Rights Reserved.
All Rights Reserved
#355
future
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DeKaNa (END)
  • Lulu
  • THREE GIRLS AND ALL STAR  [REVISI]
  • SENGSARA
  • 🏮Fu Jiuxiao and Jiang Li (√)🏮
  • VIENNO LAKARSYA(TIDAK DILANJUTKAN)
  • I'm a Girl, Bos!

BUKAN BL ATAU SEBAGAINYA, INI BROTHERSHIP, KALAU SAMPAI ADA YANG BILANG BL. GUE JAMBAK🙏🏻🙏🏻🙏🏻 . . . Bagi Devan, Kaivan itu seperti ember bocor, congor nggak pernah di jaga, somplak, dan menyedihkan, mungkin?. Sedangkan Naren, baginya anak bungsu Papanya itu anak pintar, cerdas, bertanggung jawab, dan pembohong. Bagi Kaivan, Devan itu orang blakbakan,menganggu, aneh, sinis, sok,dan er-- menakutkan?, Sedangkan Naren, orangnya sok cool, pedas, sok paling sempurna, dan emm-- sedikit kejam Bagi Naren, Kaivan itu orangnya songong, tak tahu aturan, urakan, dan mulutnya persis kayak cewek. Dan baginya, Devan itu orangnya sinis, sok keren, dan anak Papa. Tapi, itu hanya sementara saja " BISA DIAM NGGAK LO BREGSEK ? " " Jadi lo bisa mikirkan, kalau mau tinggal sama gue harus gimana?" " LO GILA, LO GILAAA " " Ya gue gila "..... Khaisar Walau udah end, tetap vote ya, hargai penulis Untuk menjaga kesejahteraan bersama, ayoo voteee jangan jadi pembaca gelap hehehe . . . . BUKAN PLAGIAT ATAU APA, AKUN PERTAMA LUPA SANDI, JADI BUAT AKUN LAGI Jangan lupa tinggalin jejak ya guys jangan jadi pembaca gelap

More details
WpActionLinkContent Guidelines