The Man With A Sword

The Man With A Sword

  • WpView
    Reads 341
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 20, 2015
WpInfo
Fiction
Fantasy
Aku terlahir untuk menang. Mengalahkan beribu musuh, menjatuhkan mereka dengan senjata terbaikku. Untuk selalu memenangkan petarungan, itul Namun entah kenapa, ketika aku jatuh, aku tidak mengira aku akan mampu bangkit lagi. Ketika aku pergi, aku tidak mengira aku akan kembali lagi. Ketika kau kehilangan sesuatu yang berharga, kau juga pasti tidak akan mengira akan mendapatkannya kembali. Aku benci untuk mengakuinya, tapi harus kukatakan bahwa aku telah terjatuh. Aku terjatuh, pergi, dan kehilangan segala hal yang berharga dalam hidupku. Aku melewati itu semua dengan harga diriku yang telah terbang jauh meninggalkanku seorang diri. Mereke bilang, "Jika kau hidup karena sebuah pedang, kau juga akan mati karena sebuah pedang." Aku mengijinkannya. Biarlah jika suatu hari aku juga akan mati karena sebuah pedang. Karena aku tahu, beribu tahun lama hidupku, tidak ada yang abadi. Tidak ada yang benar-benar suci. Tidak ada yang benar-benar kekal. Jika aku melihat ke belakang, aku tahu aku akan melihat dendam dan amarah yang mendalam. Jika sebelumnya aku tidak mengira aku akan bangkit lagi, ternyata aku salah. Seperti yang kukatakan sebelumnya, aku terlahir untuk menang. PERINGATAN: UNEDITED Jika ada kesalahan penulisan atau frasa ambigu, tolong katakan. Agar segera diperbaiki. Copyright © 2015 All Rights Reserved.
All Rights Reserved
#60
portal
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Light Of Happiness [✓]
  • Lulu
  • Because I'm Askala (END)
  • THREE GIRLS AND ALL STAR  [REVISI]
  • I'm a Girl, Bos!
  • [BL]The Last Place (on Going)

Tentang mereka, tujuh luka yang berusaha mencari cahaya kebahagiaannya di tengah gelapnya harapan. Hadirnya orang tua mereka bukan lagi untuk mencium kening atau sekedar mengucapkan segala kata-kata kasih sayang serta penyemangatnya. Keduanya hadir hanya untuk melukis lara tanpa mau mengobatinya, membiarkannya begitu saja dan berfikir semua akan membaik dengan sendirinya. Namun kenyataannya, luka lama hingga luka baru yang berulang kali mereka torehkan justru menciptakan ribuan luka permanen. "Nyesel saya pernah ngelahirin kalian!" Seolah kurang akan rasa sakit, Tuhan bahkan memberikan luka lain lewat ikatan persahabatan yang terjalin dan terbangun begitu lama. Dendam yang terpendam lama bagai gunung lava yang menahan erupsinya, hingga akhirnya meletup dan menghancurkan segalanya. Ikatan persahabatan, persaudaraan, kekeluargaan, kepercayaan, segalanya! "KETUA YANG PESEN KE GUE!! JANGAN BIARIN STROGER PECAH APAPUN DAN BAGAIMANAPUN KONDISINYA!" ________________________________________ ⚠⚠⚠ ALUR CERITA MURNI DARI PEMIKIRAN AUTHOR! CERITA PERTAMA, MAKLUMIN KLO OON VOTE KOMENNYA KENCENGIN WALAU UDAH END YYAWW~

More details
WpActionLinkContent Guidelines