Lara Tanpa Suara

Lara Tanpa Suara

  • WpView
    Reads 35
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 2, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Fahra dulunya adalah gadis yang bersinar terang-cerdas, percaya diri, dan memiliki suara yang begitu merdu hingga setiap kata yang keluar darinya terasa seperti puisi. Hidupnya seolah sudah ditakdirkan untuk berhasil. Masa depannya terpampang jelas, penuh warna dan harapan. Namun segalanya berubah dalam satu malam. Sebuah kecelakaan merenggut bukan hanya suaranya, tapi juga sebagian dari jiwanya. Kepercayaan, harapan, bahkan orang yang paling ia cintai-semuanya tercerai-berai di jalan yang sama yang membuatnya kini hanya bisa berbicara lewat tulisan dan air mata. Sejak hari itu, dunia terasa bisu. Bukan karena ia tak bisa bicara, tapi karena tak banyak yang benar-benar ingin mendengarnya lagi. Fahra pun memulai perjalanan panjang-bukan untuk kembali seperti dulu, tapi untuk menemukan siapa dirinya yang sebenarnya. Dalam sunyi, dalam luka, dan dalam keperihan yang diam-diam ia peluk erat. Dan inilah kisahnya. Tentang kehilangan. Tentang dikhianati oleh cinta. Tentang kekuatan seorang perempuan yang terus memilih bangkit, meski dunia tak memberinya suara.
All Rights Reserved
#55
bisu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Promise
  • Cinta Neng Zulfa
  • Lembar Terakhir Surat Untuk Dika
  • Berlabuh di Takdir-Nya
  • TAKDIR HIDUP
  • Yang Pernah Patah
Promise

Rayna tak pernah benar-benar memilih. Di antara dua hati yang mencintainya, hanya satu yang selalu diam-diam ia doakan. Ketika waktu dan takdir mengguncang segalanya, sebuah tragedi membawa Rayna pada luka yang tak pernah ia bayangkan: kehilangan, penyesalan, dan janji-janji yang tak sempat diucapkan. Lewat kenangan yang tertinggal dan sepucuk catatan terakhir, Rayna mencoba memahami-apa arti mencintai seseorang tanpa pernah tahu apakah ia akan kembali. "Katanya, kalau cinta itu tulus... waktu takkan memisahkan. Hanya menguji."

More details
WpActionLinkContent Guidelines