Sirius : The Brightest Star [ONGOING]

Sirius : The Brightest Star [ONGOING]

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 18, 2025
"Di dunia yang penuh kebohongan ini, apakah masih ada kebenaran yang bisa aku percayai?" -Sirius Rovki Antareski Awalnya hidup baik-baik saja, tapi lambat Laun semuanya terasa hampa..mencoba bersabar tapi ujian seperti tak sabar datang..ingin mengeluh tapi tak punya pundak untuk berkeluh. Sirius Rovki Antareski, anak laki laki berusia 17 tahun itu tengah merenungkan berbagai kemungkinan yang mungkin. Bingung ingin melangkah atau berhenti, mundur pun juga bukan pilihan. Disaat satu kenyataan berhasil di dapat, kenyataan lain justru masih banyak yang belum di genggam. Salah siapa? Entahlah menurut Sirius semuanya salah..yang benar hanya tuhan yang memberinya cobaan. Sirius tak henti-hentinya berharap, namun semakin banyak harapan..semakin kecil kemungkinan dan akhirnya menghilang. Suara tawa keluarganya sudah tak sehangat dulu, tangan yang membelai sekarang sering melukai, wajah yang ramah sekarang terlihat dingin dan jauh, harus tetap bertahan meski lelah kan tuhan? Perjalanan mencari jati diriku masih panjang, meski aku bukan bagian dari keluarga ini..tapi aku masih punya tujuan, yakni mencari kebahagiaan di dunia yang penuh penghinaan. Sirius selalu punya plan B jika plan A nya tidak berhasil..tidak ada kata menyerah, hanya ada kata Kalah setelah berusaha sekuat tenaga. Kisah Sirius sang bintang yang kehilangan cahaya, mencari jejak untuk mendapat kembali cahayanya. "Jika kalian tidak mau menemani, aku bisa sendiri. Seperti bintang yang bersinar..aku akan tetap bertahan di manapun aku terbuang" -Sirius Rovki Antareski ★★★★★
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GRAVARENZO
  • Transmigrasi Ziora
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • The Time
  • Tsundere Maniak Susu
  • GHAIKA (REVISI)
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • I'm Not Just a Figuran

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines