Last Rose

Last Rose

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 25, 2025
Sejujurnya, aku pun ingin diselamatkan. Aku juga ingin dipeluk, dilihat, dan dikatakan layak tanpa harus terlebih dulu membuktikan bahwa aku pantas. Aku ingin seseorang berkata, "Kau cukup, bahkan ketika kau merasa tidak." Aku mulai berpikir, jika harus memohon untuk dicintai, untuk apa? Jika harus menunduk agar diterima, maka aku sudah kalah bahkan sebelum diperjuangkan. Kekuranganku akan jadi lelucon. Lukaku akan jadi alasan untuk pergi. Aku tahu itu. Aku tahu betapa mudahnya orang membungkus penolakan dengan alasan yang manis. Dan aku tak ingin jadi cerita yang membuat orang lain merasa rugi. Namun, semua harapan hanya sekedar angan semata. Semua milikku sudah harus dikubur dalam-dalam. Bersama dengan jiwa ku. Sekarang aku harus belajar, hidup dengan raga tanpa jiwa di dalamnya. Setidaknya aku akan tetap melanjutkan hidup. Walaupun dengan langkah pelan, dengan napas pendek-pendek, dan mata yang sesekali kabur oleh air mata. Tapi kali ini, aku ingin jadi rumah bagi diriku sendiri. Tak ingin berharap menjadi tujuan siapa-siapa lagi. Karena jika orang bisa datang dan pergi sesuka hati, setidaknya aku punya satu orang yang tak akan pernah pergi: diriku sendiri.
All Rights Reserved
#47
sulung
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Paradise
  • Shena Aquella {SELESAI}.
  • Memories in Moon
  • R I N D U
  • Sepotong Kekosongan [ THE END ]✔︎
  • Dark
  • I MUST BE PERFECT?
  • I'm broken [BHS#1]✓
Paradise

(SUDAH TERBIT) PESAN DI SHOPEE LOVELYMEDIA. "Lihat saudaramu yang lain! Mereka berprestasi! Tidak buat onar! Membanggakan orang tua!" Baginya yang terbiasa dibandingkan dengan saudara sendiri, mendengar perkataan itu tak lagi menimbulkan sakit meski sesekali menangis dalam diam. "Woi cupu! Beresin nih sekalian buang sampahnya. Awas aja lo masih bisa santai disini." "Orang kayak lo emang pantes dapet temen?" "Makanya gak usah belagu! Dasar babu!" Lambat laun perkataan mereka tak lagi berefek pada hatinya, apa ini? Apakah ini yang disebut mati rasa? Ternyata ... setelah mati rasa pun ia tetap merasakan pahit yang sulit dijelaskan. Mengapa begitu banyak orang yang membencinya? Apa salahnya? Di mana letak kekurangannya? "Urus diri lo sendiri!" "Dasar manja!" "Qi, urusan abang bukan cuma kamu. Jangan egois." Ah, begitu. Ternyata di mata ketiga saudaranya pun ia terlihat manja dan menyusahkan. Bagaimana ini? Hatinya kini sudah pecah berkeping-keping, ia tak lagi merasakan dirinya sendiri. Harapannya ... sungguh sederhana, semoga kelak Ayah dan ketiga saudaranya dapat kembali menyayanginya. Semoga masa SMA-nya bisa seindah cerita novel yang ia baca. Semoga keinginan itu dapat ia rasakan sebelum ajal menjemputnya dengan paksa. .... Warning: violence, harsh word, bullying, suicide, etc. All picture from pinterest.

More details
WpActionLinkContent Guidelines