Cinta Seorang Penulis

Cinta Seorang Penulis

  • WpView
    LECTURAS 186
  • WpVote
    Votos 71
  • WpPart
    Partes 6
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, dic 15, 2025
Bagaimana jika seorang penulis jatuh cinta pada seorang pelukis?, akankah kisah mereka abadi?, atau berakhir dengan kata ikhlas yang selalu menjadi puncak mencintai?. Mencintai merupakan seni paling indah dalam mengungkap rasa ingin memiliki. Gesekan lembut kuas membawa warna pada kanvas dengan setiap detail nya. Aksara yang yang di susun dengan baik untuk menyampaikan rasa sang tokoh utama. Seperti kedatangannya ke dalam hidupku yang memberikan warna di dalamnya dengan detail keromantisan yang sangat kias namun sangat manis. Namun, apakah mereka akan bisa bersama dan bertahan hingga end? atau mungkin skenario tuhan lebih indah dari ini semua?, apa mungkin tuhan punya rencana lain untuk mengabadikan kisah cinta mereka di dunia ini?. sehebat apapun karyamu tidak akan sebanding dengan karya tuhan yang mempertemukan mu dengan seseorang dengan banyaknya ketidak kesengajaan.
Todos los derechos reservados
#400
pelukis
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • Narasi patah hati
  • Lost in Your Mysterious Feeling [ TAMAT ]
  • Air Mata Cinta
  • Mahligai Sunyi
  • Takdir (Bukan) Pilihan

❝Keputusan berat yang harus aku ambil, demi menjagaku juga menjagamu adalah menjauhimu. Bukan karena benci, tapi karena aku mencintaimu. Semata agar kau dan aku tidak terjerumus dalam syahwat yang hina.❞ Begitulah kutipan tulisan yang aku tulis dan kutujukan untuk seseorang, cinta pertamaku. Assalamu'alaikum ... aku Rania Andinadya. Jika kamu bertanya kisah ini mengisahkan tentang apa ... ini tentang perjalananku dalam menemukan hingga harus belajar mengikhlaskan cinta pertamaku. Aku, begitu mencintai dia. Namun anehnya, aku sama sekali tidak pernah berani mengungkapkan perasaanku padanya. Sampai suatu masa, ketika cintaku mulai terbalaskan, hidayah-Nya perlahan-lahan mengetuk pintu hatiku. Aku pun menyadari, aku dan dia tidak seharusnya sering berinteraksi, demi menghindari syahwat yang hina. Meski telah berhijrah, cintaku kepadanya masih sama. Dalam diam, aku tetap mencintai dan mendo'akan kebaikan untuknya. Tapi, siapa sangka takdir malah berkata lain. Setelah menjauhinya sebab cinta, ia telah menemukan pujaan hatinya. Lantas aku berusaha mengikhlaskan, meskipun ikhlas adalah suatu hal yang teramat pelik. Dan satu pertanyaan terus mengusik pikiranku ... mampukah aku mengikhlaskannya?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido