Next Step: Light of Hope

Next Step: Light of Hope

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 25, 2025
Apa jadinya jika kematian justru menjadi awal dari sebuah kehidupan baru? Raka, seorang pemuda biasa, terjatuh dari tangga dan terbangun di dunia lain-sebuah dunia yang dihuni oleh manusia setengah hewan, yang hidup dalam tatanan kekuatan elemen: api, air, tanah, angin, dan cahaya. Namun Raka yang kini menjadi hibrid kelinci, justru tak memiliki satu elemen pun. Ia dianggap cacat, dikucilkan, dan diperlakukan seperti aib di desa kelinci. Hingga suatu hari, pelariannya ke hutan membawanya bertemu dengan hibrid serigala yang terluka... dan dari kebaikan kecil itu, nasib Raka berubah. Tak disangka, ia ternyata memiliki potensi untuk menguasai semua elemen, termasuk elemen cahaya-elemen langka yang dipercaya sebagai kekuatan tertinggi. Bertahun-tahun berlatih, Raka tumbuh menjadi sosok kuat dan bijaksana. Ia diterima sebagai Kesatria Kerajaan, bukan karena kekuatannya, tapi karena hatinya yang tak pernah ingin membalas luka dengan luka. Tapi di balik kedamaiannya, ancaman lama mulai bangkit. Vashar, entitas gelap yang lahir dari rasa sakit seorang hibrid yang dulu juga dikucilkan, berusaha mengguncang dunia dengan kebencian. Kini, Raka berdiri di antara terang dan gelap. Mampukah ia menyelamatkan dunia, tanpa kehilangan siapa dirinya? Ataukah ia akan jatuh ke dalam kegelapan yang sama yang dahulu pernah mengintainya?
All Rights Reserved
#453
isekai
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Was The Evil Witch
  • TARGETNYA SALAH (TAMAT)
  • RAKA: Diantara waktu Yang Tak Pernah Memeluk
  • I Live Again to be Happy -Su Jia Limei-

COMPLETED. Dm for follback Spin off from "I'm More Than Just A Princess" ••~•• "Aleeyah Najma, kau dihukum mati atas percobaan perebutan takhta Yang Mulia Damian Azazel Lucretius de Erebos, dan percobaan pembunuhan terhadap Lady Isandra" Kalimat itu terngiang di kepalaku, seraya aku mendongak menatap panggung raja di sebrang sana. Dimana Isandra, menangis tersedu di dalam pelukan Azel saat melihatku yang akan dieksekusi. Aku terenyuh, rasa sakit dan sesak akan penyesalan memenuhi perutku. Apa yang telah aku lakukan? Aku memiliki semuanya namun aku sia-siakan. Sahabat yang begitu tulus, ayah yang perhatian padaku, tidak perlu kusebutkan harta dan ketenaranku. Apa yang kurang? Kenapa aku masih ingin merebut kebahagiaan orang lain? Kenapa aku begitu serakah? 'Kau bodoh Aleeyah' batinku memaki diri sendiri. Sekali lagi, kulihat sahabat baikku di sebrang sana. Ah rasanya bibir hina ini tidak pantas lagi menyebutnya sebagai sahabat. 'Teman ya?' Bibirku terangkat, aku tersenyum kecil. Sebuah kata maaf tidak akan cukup untuk menebus dosaku, akan kubayar semuanya di neraka nanti. Isandra, Azel, ayah, kalian semua berbahagialah. Maafkan kehadiranku yang merupakan bencana, kutuklah aku sebanyak yang kalian suka, aku rela, aku pasrah. Karena diriku adalah pendosa. CRASH ••~•• "Ah lagi-lagi kita harus mengurus bayi ini" Suara siapa itu? Bayi siapa? "Kau benar, sudah berapa lama sejak dia lahir? Tapi grand duke sama sekali belum datang melihatnya, sebenci itu grand duke pada putrinya" Grand duke? Putrinya? Ah persetan, aku tidak peduli. Aku harus keluar dari sini. 'Tapi kenapa tangan dan kakiku pendek sekali?' batinku saat aku tidak mampu menggerakkan anggota gerakku dengan leluasa. Hanya naik turun kanan kiri seperti... 'Tunggu, jangan bilang...' "Ah dia sudah bangun, aku akan mengganti popoknya. Kau siapkan susu setelah itu kita pergi" ucap seorang maid raksasa yang menatapku malas. Tunggu, dia tidak raksasa. 'Aku jadi bayi?!' #1 on

More details
WpActionLinkContent Guidelines