Tim Alpha

Tim Alpha

  • WpView
    Reads 2,830
  • WpVote
    Votes 157
  • WpPart
    Parts 26
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 2, 2026
WpInfo
Fanfic
Adeline adalah satu-satunya penerus keluarga Ferdinan, yang menjadi harapan terakhir sang kakek sebelum ia pensiun. Secara tiba-tiba, Adeline dituntut untuk memahami bisnis kakeknya dalam sekejap mata-bisnis yang selama ini berada jauh di luar bayangannya. Bisnis tersebut melibatkan sebuah organisasi tersembunyi yang dihuni oleh berbagai macam orang berbahaya dengan keahlian yang berbeda. Ferdinan mulai memberikan Adeline tanggung jawab pertama di bisnisnya, sebuah tugas yang memaksanya menjalani berbagai pengalaman baru yang mendebarkan, sesuatu yang liar- tak pernah terlintas dalam pikirannya. Adeline tak sendiri, ia bertugas bersama dengan tim baru yang dibentuk oleh kakeknya.
All Rights Reserved
#193
asmaragenz
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Teror Keluarga (SELESAI)
  • ADILA { End }
  • LOVE IN REVLAZ
  • The Silent Code: Shadow of Betrayal
  • Alesha dan Attarazka
  • (un)Shattered Diamond
  • VOUS ETES TOUT

Sagra Calendra tumbuh dalam lingkaran keluarga elite yang memiliki koneksi dalam hampir setiap bidang-politik, bisnis, bahkan hiburan. Namun, berada di tengah kemewahan dan pengaruh besar tak lantas membuatnya bahagia. Sejak menginjak usia remaja, Sagra sudah diminta untuk mempelajari jejak langkah ayahnya, Agaras Calendra-sosok pengusaha sukses dan disegani. Harapannya jelas, Sagra akan menjadi penerus bisnis keluarga yang telah dibangun selama puluhan tahun. Tapi di balik semua tuntutan itu, tersembunyi keinginan yang sangat sederhana... Sagra hanya ingin membuka tempat latihan ice skating, mimpi masa kecil yang tak pernah benar-benar padam. Orang tuanya memang tak pernah melarangnya bermain ice skating. Namun, suatu kejadian kelam di masa lalu menghancurkan keharmonisan keluarga kecil mereka-dan sejak itu, semuanya berubah. Sebagai anak tengah, Sagra sering merasa seperti bayangan. Ia tak memiliki kebebasan seperti adiknya, dan tak mendapatkan pengakuan seperti kakaknya. Ia diabaikan dalam banyak hal, namun tetap dituntut untuk menjadi sempurna-sebagai panutan adiknya dan bayangan kesuksesan sang kakak. Di sinilah ia menemukan pelariannya-ice skating dan night ride menyusuri kota yang besar, sendiri, larut dalam pikirannya, dan mencoba menemukan sedikit arti dari semua yang tak bisa ia kendalikan. Dalam satu titik balik hidupnya, Sagra memutuskan untuk meninggalkan rumah-meninggalkan kehidupan mewah yang selama ini memberinya kenyamanan, kekuasaan, dan kesempatan untuk hidup lebih lama. Ia pergi tanpa menoleh ke belakang, berharap bisa mengejar hidup yang lebih sesuai dengan hatinya. Namun, kepergiannya justru menjadi awal dari kehancuran besar dalam keluarganya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines