A Web of Lies

A Web of Lies

  • WpView
    Reads 3,194
  • WpVote
    Votes 317
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 10, 2025
Sekolah elit ini tampaknya sempurna di luar, namun setiap sudutnya menyembunyikan rahasia yang lebih gelap. Ketika sebuah buku ditemukan, petunjuk-petunjuk tersembunyi mulai mengarah pada sesuatu yang tidak pernah terbayangkan. Aerin tidak bisa hanya berdiri diam, apalagi setelah merasa ada yang salah di balik semua ini. Dalam dunia yang penuh kebohongan, siapa yang bisa dipercaya? Dan jika terlalu banyak yang dipertaruhkan, seberapa jauh seseorang akan pergi untuk mengungkap kebenaran?
All Rights Reserved
#454
aryamohan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Proyek 17: Korban yang Terpilih
  • LANGIT DI BALIK JENDELA
  • Tatapan dari bangku belakang.
  • Whisper of St. Eclaire
  • KORIDOR TIMUR
  • Mystro {On Going}

Setiap tiga bulan sekali, tepat di tanggal 17, satu anak laki-laki hilang secara misterius dari sekolah terasing itu-sekolah tempat anak-anak miskin, buangan, dan anak-anak kaya berbaur, tapi tetap terpisah dalam dunia yang berbeda. Runi, gadis yang bertekad menemukan kakaknya yang hilang bertahun lalu, masuk ke sekolah penuh rahasia ini. Satu-satunya petunjuknya: sebuah kalung pemberian kakaknya, Rayhan, yang mulai bereaksi seiring mendekatnya tanggal-tanggal kelam. Saat mencoba membaur dan menembus dinding-dinding tak terlihat di antara dua dunia sekolah itu, Runi bertemu Kenzo dan Arka, dua anak yang berani mempertaruhkan segalanya demi mengungkap kejahatan di balik kemewahan palsu. Tapi rahasia sekolah ini lebih gelap dari yang bisa mereka bayangkan. Di balik hilangnya para siswa, tersembunyi konspirasi perdagangan organ manusia yang bersekutu dengan kekuatan iblis. Dan lebih mengejutkan, orang yang paling mereka percayai justru terlibat dalam rencana kelam itu... Saat tanggal 17 besar mendekat-dengan 17 anak laki-laki menjadi target proyek sadis-Runi dan teman-temannya harus bertarung melawan waktu, pengkhianatan, dan ketakutan mereka sendiri. Apakah kebenaran bisa menyelamatkan mereka? Ataukah sekolah ini akan terus menelan korban hingga tidak ada yang tersisa? Kalung yang bergetar, tanda merah di tubuh, dan sebuah janji yang tak boleh dilupakan. Ini bukan hanya tentang bertahan. Ini tentang melawan. ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines