SHEREN

SHEREN

  • WpView
    GELESEN 28
  • WpVote
    Stimmen 0
  • WpPart
    Teile 1
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert So., Apr. 27, 2025
"ck, rita sakit! jadi gue ga ada waktu buat lo!" Sheren menunduk. menggigit bibir bawah nya menahan rasa sakit di hatinya. setelah nya memberanikan diri untuk menjawab meskipun dengan suara pelan. "gue juga sakit kak." Darves menatap tubuh gadis di depan nya dari atas sampai bawah. setelah nya terkekeh sinis. "badan lo baik baik aja. gausah sok merasa tersakiti." Lagi lagi, hati Sheren sakit mendengar ucapan laki laki yang sangat di cintainya. "hati gue yang sakit." . . jika ada kesamaan dalam cerita ini, saya minta maaf karna tidak kesengajaan❗
Alle Rechte vorbehalten
#44
selingkuh
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Kamu
  • MALAM(MALA & ILHAM)
  • my brother my love
  • ATHAYYA
  • aku atau dia? || Fenly Un1ty ||
  • I'm Sorry (Done)
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • Horrible Memories
  • Love With My Brother [OPEN PO]

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien