Kita di Antara Narasi

Kita di Antara Narasi

  • WpView
    Reads 1,416
  • WpVote
    Votes 203
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 14, 2025
Di dunia yang penuh suara-suara bising, Timur terbiasa menciptakan narasi untuk bertahan. Utari, sebaliknya, percaya bahwa kebenaran tak perlu dihias untuk tetap bersinar. Pertemuan mereka sederhana - seperti dua cerita yang tanpa sengaja bertemu di persimpangan. Tapi cinta tidak pernah lahir dalam dunia yang sederhana. Ketika masa lalu, rahasia, dan pilihan hidup mulai menguji keduanya, Timur dan Utari harus belajar satu hal: Tidak semua narasi perlu diselesaikan dengan sempurna - cukup dengan kepercayaan dan keberanian untuk tetap melangkah. Dan di antara riuhnya dunia, mungkin ada satu kisah kecil yang tetap bertahan: kisah mereka.
All Rights Reserved
#114
melankolis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [END] When the Stars are Tired
  • Berdua Menembus Barikade
  • Perfect uncle ✓
  • Gue, Matcha dan si Mantan Stalker
  • 𝓙𝓮𝓳𝓪𝓴 𝓚𝓮𝓷𝓪𝓷𝓰𝓪𝓷 𝓭𝓲 𝓤𝓳𝓾𝓷𝓰 𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪
  • Manipulasi.
  • Antara dosa dan Cinta Pertama
  • Arsyilazka
  • Bukan Stalker [TAMAT]
  • LENSA HATI : Still, I Frame You

[TAMAT-LENGKAP] Vote dan komentar sangat diapresiasi😺 Di kota yang tidak pernah benar-benar tidur, di antara bangunan yang dibangun dari ambisi dan jalanan yang tak pernah mengizinkan langkah berhenti terlalu lama, ada dua jiwa yang terus berjalan bukan karena tahu arah, tetapi karena tak tahu bagaimana cara berhenti. Prawira Dirja Kartasasmita yang tumbuh terlalu cepat, terlalu sunyi, terlalu terbiasa membungkam isi hati demi memenuhi ekspektasi. Hidup dalam dunia yang menuntut ketegasan tanpa jeda, di mana keberhasilan adalah mata uang, dan kelembutan dianggap kelemahan. Bukti nyata bahkan jiwa yang paling terlatih pun, pada akhirnya, bisa lelah juga. Rania Dwijaswari Atmadja yang dibesarkan dengan cinta dan tawa keluarga. Anak tunggal yang belajar menjadi dewasa sebelum waktunya, tetapi sering lupa bertanya apakah dirinya baik-baik saja. Di balik senyumnya tersimpan pertanyaan sederhana: akankah ia menemukan dirinya lagi jika terlalu lama beristirahat? Dalam perjalanan panjang yang penuh kebetulan untuk mencari tempat rehat dari kungkungan ekspektasi, akankah dua jiwa ini menemukan alasan untuk tetap duduk, ataukah pintu untuk pergi terasa lebih mudah untuk dijalani? #2 di Romansa (30 Juli 2025)

More details
WpActionLinkContent Guidelines