Story cover for RED HARVEST by itsEliziA
RED HARVEST
  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Apr 26, 2025
ft. Boynextdoor.
[R18+]
T/W : Blood, murder, Abusive.

--
Amberwood berdiri megah dalam balutan ketenangan palsu-rumput hijau, jalanan bersih, wajah-wajah ramah.
Bagi enam perantau muda, tempat ini tampak seperti rumah yang selama ini mereka cari. Sebuah awal baru. Sebuah pelarian dari masa lalu.

Namun keindahan itu menyimpan ritual kelam.
Setiap malam, di Amberwood. Malam di mana udara menghitam, suara dunia meredam, dan aroma darah memenuhi langit.
Mereka menyebutnya: Malam Merah.

Pada malam itu, tidak ada tempat untuk sembunyi.
Tidak ada aturan lain selain satu: hanya mereka yang bertahan yang pantas tinggal.
Tawa berubah menjadi teriakan, sahabat berubah menjadi musuh, dan setiap pintu menjadi jebakan yang menunggu untuk ditutup selamanya.

Karena di Amberwood, rumah bukanlah hadiah-rumah adalah kutukan yang harus ditebus dengan darah.

--

[Disclaimer : HANYA CERITA FIKSI]
Tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupan dan nama idol yang dijadikan karakter.

©EliziA, 2025.
All Rights Reserved
Sign up to add RED HARVEST to your library and receive updates
or
#43woonhak
Content Guidelines
You may also like
BACK TENSION, RELEASE! [END] by imlavendee_
61 parts Complete Mature
Tiba-tiba terjadi gempa yang cukup besar di sekitar Laut Jawa hingga guncangan tersebut terasa sampai Australia. Tidak ada yang aneh atas kejadian itu, hingga tiba-tiba seekor monster yang memiliki bentuk aneh muncul di salah satu Universitas di Bogor. Keadaan pun kacau tidak terkendali. Semuanya berantakan. Mereka yang tersisa harus bertahan hidup dari situasi yang merenggut nyawa mereka kapan saja. Pertemuan singkat namun bermakna, membuat tujuh belas prajurit hebat berhasil bersatu dan melawan setiap musuh yang menghadang. Konflik antar anggota menjadikan musuh paling besar di antara mereka. Bisakah mereka bertahan sampai akhir? Bertahan hidup yang sebenarnya baru akan dimulai. Matikan lawan, atau kamu yang akan mati. ** ⚠️ Disclaimer!!! 1. Komposisi : 100% Fiksi. 2. Hasil dari pemikiran sendiri. Beberapa inspirasi dari drama korea seperti All of Us are Dead, Duty After School, dan beberapa cerita action fantasy lainnya. 3. Mohon untuk tidak membawa cerita ini ke real life. Mari kita bermain cukup di universe ini saja. 4. CW, TW // Blood, Body Pieces, Harrasment, Violence, Harsh Words, Brand, dll. 5. Jangan membaca sambil makan. 6. This story is in the adult category because there are lots of violent scenes. 7. Pasangan disini hanya untuk kepentingan cerita ya. Tidak bermaksud menjodohkan. Mohon untuk tidak membawa ke kehidupan nyata para cast yang terkait. 8. Bahasa yang digunakan non baku ya. Kalau tidak suka membaca bahasa non baku, bisa skip. Cerita ini merupakan cerita dari "BACK TENSION, RELEASE!" di Twitter versi lebih panjang dan mungkin lebih detail. Alurnya sama, mungkin ada beberapa cerita yang dibenahi, ditambahkan, atau dikurangi. Kalau ingin membaca, bisa cek link di bawah ini. https://twitter.com/imlavendee/status/1671485857021452290?t=WbD1Nw-X-SXTEfS7TRuGhg&s=19 Terima kasih atas pengertiannya. Harap menjadi pembaca yang bijak. Selamat membaca~
Black Out III by Alya_M24
17 parts Complete
"Ini mati listrik yang... luar biasa..." -Sungwoon- "Apa ini perbuatan alien?!" -Minhyun- "Kenapa kalian begitu histeris?" -Jaehwan- "Apa dia masih hidup?" -Woojin- "Tidaaak!!!" -Seongwoo- "Tidak! Aku buta!" -Daniel- "Tubuhnya tidak bergerak sama sekali, merespons juga tidak!" -Guan Lin- Sungguh malam Minggu yang hebat. Dalam benak kami terlukis sebuah pemandangan indah di malam Minggu, meski para jomblo konon menderita pada malam tersebut oleh kutukan yang terkadang sulit dicabut itu. Malam ini berbeda 180 derajat, tak pernah seumur hidupku terbayang akan malam menakjubkan ini. Kalangan yang takut akan malam ini tak hanya kami yang masih lajang, mereka-mereka yang sedang menjalani hubungan pun tak akan absen dalam memproduksi jeritan. Apa hanya jeritan? Mungkin air mata pun ikut serta. Beruntung sekali diriku masih waras setelah mengarungi malam yang panjang ini. Hanya rembulan dan cahaya ponsel sebagai alat bantu kami dalam petualangan di kegelapan. Kisah yang tertuang pada malam ini benar-benar di luar nalar. Siapa sangka berdiam di dalam rumah itu aman? Siapa sangka yang tadinya kawan bisa menjadi musuh? Siapa sangka yang baru saja tersenyum tulus tiba-tiba menancapkan pisau ke dada kita satu detik kemudian? Siapa sangka orang yang satu menit lalu berbincang bersama kita, satu menit kemudian ia ditemukan sudah terkapar di lantai dengan tubuh bersimbah darah? Bahkan seorang peramal pun tak akan sanggup menerawang perihal untaian kejadian malam ini dengan tepat. Hanya Tuhan yang tahu akan misteri itu. Di sini kami melewati malam ini dengan mempertahankan nyawa. Aku dan kumpulan lelaki tersebut sungkan tak sungkan harus ikut menyumbangkan cerita kami untuk malam ini, atau mungkin menyumbangkan jiwa dan raga? Tak ada yang tahu. -Sua (Reader/OC)- *CERITA MENGANDUNG KEKERASAN. MOHON UNTUK TIDAK DITIRU.
TRANSMIGRASI:Ahli bela diri dingin dari Veydris by airinhere
12 parts Ongoing
Berawal dari seorang mahasiswi yang tengah duduk di kursi belajarnya. Kacamata bertengger manis di hidungnya yang mancung, matanya fokus menelusuri baris demi baris novel yang sedang ia baca. Musik yang mengalun di earphone-nya seharusnya bisa menenangkan, tapi... "Kruk~" Suara perut kosong memecah keheningan. "laper.." Langkah kakinya terdengar pelan saat ia beranjak. Dengan santai, ia berjalan ke dapur dan membuka kulkas. Seketika, ekspresinya berubah. "ngga ada makanan?" Perut yang lapar tak bisa ditawar. Dengan buru-buru, ia meraih jaket di kursi belajarnya, lalu keluar kamar untuk menuju minimarket terdekat. Namun, di saat yang sama... Lampu merah. Ia melangkah, tidak sadar bahwa takdir sudah menunggunya di sana. Kilatan cahaya menyilaukan dari lampu truk besar yang melaju kencang, seolah tidak melihat keberadaannya. Napasnya tercekat, tubuhnya menegang. Ia ingin menghindar..tapi tubuhnya terasa berat, kaki seperti ditarik ke tanah, jari-jarinya membeku. Tidak bisa lari. Tidak bisa bergerak. Tidak bisa berbuat apa pun. Dan dalam hitungan detik- "BRUK!" "CIITT!!" "BRAK!!" Darah. (beberapa adegan di hapus karna adegan berdarah!!) Jalan yang sebelumnya bersih kini penuh dengan genangan darah. Udara yang dingin berbau besi. Hanya malam yang sunyi menjadi saksi, menyimpan rahasia kejam dari kejadian mengerikan itu. . . . "U-ugh..." Kesadaran kembali perlahan. "... di mana?" Matanya terbuka, tapi yang ia lihat bukan tubuhnya yang biasa. Wajah yang tercermin bukan wajahnya. Suara yang keluar dari mulutnya pun bukan miliknya. 'jadi cowok?' Dunia macam apa ini? Apa yang sebenarnya terjadi? Mau tahu jawabannya? Langsung baca aja. Pantengin terus cerita ini sampai tamat. •TULISAN TIDAK RAPI •BAHASA CAMPUR •FAKE BLOOD •NO REAL •ASLI KARANGAN AUTHOR •AUTHOR AIRIN(⁠ ⁠ꈍ⁠ᴗ⁠ꈍ⁠)
Renjana [COMPLETED] by skyaksa
36 parts Complete
Pada malam paling temaram yang pernah seorang anak jumpai adalah kehilangan sepenggal bait kehangatan yang sepatutnya terus membersamai. Seorang anak yang sudah cukup dewasa sebagai pengganti bapak, seorang anak lain yang baru saja memasuki runyamnya semester tanggung di bangku perguruan tinggi, seorang lainnya lagi baru saja bersuka cita telah memasuki mimpi para anak muda seusia adiknya untuk melepas seragam sekolah, seorangnya lagi baru saja merasa bahwa masa SMA adalah kebebasannya, seorang lainnya lagi masih berkutat dengan permainan remaja tanggung di bangku menengah pertama, satu yang lain masih bersenang-senang pada masa anak-anak yang hendak remaja, dan satu lainnya yang terakhir masih bahagia dimanjakan dengan rambut yang terbelah dua. Namun pada hari itu, nyatanya semesta memberinya segenggam ujian yang harus ditanggung bersama karena kepergian ibunda. Syair-syair elegi selanjutnya mengiringi langkah mereka, mengantarkan satu tubuh yang sudah kaku karena kehilangan ruhnya. Mengantarkan keberangkatan sang ibunda pada tempat paling jauh yang tak bisa mereka singgahi untuk sekadar melepas rindu yang menumpuk dibalik pakaian basah yang baru dicuci, dibalik tumpukan piring kotor yang hendak dibersihkan. Dan lainnya yang menumpuk dan terus menumpuk, membiarkan hati mereka berat diduduki rindu yang tak pernah habis. Dan kemudian luka-luka tak pernah bisa disembuhkan waktu, ketujuh warna dalam keluarga Nawasena berakhir temaram dan kehilangan sukmanya. ©Jeta An Alternate Universe Renjana, 2021
You may also like
Slide 1 of 8
attention | 00 line cover
BACK TENSION, RELEASE! [END] cover
Black Out III cover
TRANSMIGRASI:Ahli bela diri dingin dari Veydris cover
Bloody Mystery  cover
Renjana [COMPLETED] cover
X-PSYCHO (Re:Born) cover
Hujan dan Pembencinya cover

attention | 00 line

6 parts Ongoing

"I'm only human," 🍂 Rumah seharusnya menjadi tempat ternyaman untuk pulang, Rumah seharusnya menjadi tempat peristirahatan untuk melepas penat setelah seharian beraktivitas, Rumah seharusnya menjadi tempat berkumpulnya anggota keluarga yang harus berpisah karena kesibukan, Rumah seharusnya diisi dengan canda-tawa dari sang pemiliknya, Rumah selalu memancarkan aura milik tuannya, Lalu, bagaimana jika rumah hanya sekedar dijadikan sebagai tempat berteduh dari guyuran hujan bahkan teriknya sang mentari? 🍂 Cerita ini akan membawa kita ikut ke dalam arus dan terombang-ambing bersama sekelompok pemuda remaja akhir yang sedang berjuang untuk dapat terlepas dari jeratan jala 🍂 WARNING: Mengandung umpatan yang tidak boleh dicontoh, apalagi adegan kekerasan