Catatan Lintasan Pluto

Catatan Lintasan Pluto

  • WpView
    Reads 388
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 21, 2026
Sebuah lintasan sunyi. Sebuah perjalanan menjauh untuk akhirnya mengerti arah pulang. Dara Puspita hidup di luar sorotan. Jauh dari pusat perhatian. Seperti Pluto, ia sunyi, terasing, dan sering disalahpahami. Namun, di balik kesunyian itu, ia memiliki lintasan sendiri-dan tanpa diduga, lintasannya mulai bertabrakan dengan orang-orang yang tak ia rencanakan. Dari SMA yang penuh aturan, kuliah yang membuka dunia baru, hingga dewasa yang mempertemukan Dara dengan dirinya sendiri-proses ini tak mudah. Banyak yang datang, tanpa permintaan, tanpa perhitungan. Dan Dara belajar, sedikit demi sedikit, dari mereka yang membawanya melihat dunia dengan cara yang tak pernah ia bayangkan. Mereka datang dengan cara mereka-beberapa terang, beberapa redup. Tapi setiap jejak yang ditinggalkan, tak ada yang sia-sia. Ada yang mengajaknya untuk melihat, ada yang mengajaknya untuk merasa, dan ada yang mengajaknya untuk kembali pulang-dengan cara yang sunyi. Ini tentang Dara. Tentang perjalanan Dara untuk akhirnya berbicara, mencintai, dan menetap-di dunia yang dulu hanya ia amati dari jauh.
All Rights Reserved
#49
realisticfiction
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ANANDARA ( Completed )
  • Beauty And The Boo
  • Limerence
  • hay mantan !!
  • The First, Not the Last
  • Mimpi Itu Jauh
  • HEART OF FIRE [End]

-REPUBLISH- Hujan singkat turun pada sore hari, udara terasa sedikit lembab. Dara keluar dari lift dengan sweater berwarna kuning pucat yang menutupi seluruh tangannya, berjalan dengan begitu santai kepalanya bergerak dari kiri ke kanan mengikuti alunan music yang berasal dari earphones yang menutupi dua telinganya. Sepatu Converse hitam itu mulai menginjak aspal yang basah karena sisa-sisa hujan. Dara menarik nafas dalam menghirup udara sejuk selepas hujan. Dara berjalan di trotoar di bawah pohon Akasia yang daunnya mulai berguguran, rasanya Dara ingin sedikit lebih lama menikmati senja yang terasa berbeda. Dara terus berjalan menyusuri trotoar dengan perasaan yang begitu ringan, matanya terus menelisik keadaan sekitar mengamati aktivitas orang lain, di ujung jalan di dekat persimpangan ada sesuatu yang menarik perhatiannya, sebuah bangunan dengan dinding kayu berwarna coklat yang dipadukan dengan jendela kaca besar di dua sisinya. Rasa penasarannya membawa dia berjalan ke arah bangunan yang di bagian atasnya terdapat neon box bertuliskan ' Classic Coffee Shop' senyum terukir dari wajah manis Dara.

More details
WpActionLinkContent Guidelines