Sebuah Makna

Sebuah Makna

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 7, 2025
Aku adalah hujan yang jatuh di tanah tandusmu, tak pernah kau syukuri, hanya kau keluhkan. Aku adalah bintang paling redup di langitmu, tak memaksa dipandang, namun tanpa cahayaku, langitmu kehilangan harmoni. Kau memilih memandang langit luas, mencari sesuatu yang lebih berkilau, tanpa tau, kadang yang paling kau butuhkan adalah sesuatu yang diam, yang tetap tinggal, bahkan saat kau pura-pura buta. Saat waktu mengikis segala yang kau banggakan, kau akan mencari makna dalam debu yang pernah kau abaikan. Sayangnya, saat itu, aku sudah menjadi angin yang bebas, tak lagi menetap.
All Rights Reserved
#404
sakit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Eliinaa
  • My Ustadz My Crush [SELESAI]
  • MARRIED WITH GUS [END]
  • Unraveling Us
  • Astagfirullah, Alzam! (End)
  • Hantu Naci Piuu! [END]
  • Korban silaturahmi [TAMAT]
  • Dia dan Doa
  • Assalammualaikum, Ustadz [END]
Eliinaa

Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.

More details
WpActionLinkContent Guidelines