Life on Campus

Life on Campus

  • WpView
    Reads 1,876
  • WpVote
    Votes 284
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 1, 2025
based on true story🌷 "Kadang yang paling berkesan bukan dia yang menetap, tapi dia yang datang sebentar... lalu tinggal jadi bagian favorit." Dalam tumpukan laporan, deretan jadwal organisasi, dan obrolan tengah malam yang penuh harap. Aku tumbuh, jatuh, bangkit, dan diam-diam belajar melepaskan. Ini bukan hanya cerita tentang cinta. Tapi juga tentang pertemuan, kehilangan, dan bagian-bagian kecil yang membuat hidup terasa lebih hidup. Sebuah catatan per semester, penuh luka, tawa, dan rasa yang tak sempat diungkap. Siap ikut menyusuri perjalanan yang tak selalu utuh... tapi selalu penuh makna?
All Rights Reserved
#372
kuliah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jauh. Esok Nanti atau Selamanya
  • KANVAS KULIAH: Catatan Perjalanan
  • Seperempat Aku dalam Dunianya
  • Friendzone [END]
  • FISIO (Fisika × Biologi)
  • CLOSER
  • Inside Me [END]
  • philopobhia

Bagaimana jika perasaan itu tumbuh tanpa izin, hadir tanpa undangan, dan tinggal terlalu lama dalam hati yang tak pernah disapa? Ini adalah kisah tentang mencintai dalam diam. Tentang seseorang yang tidak pernah diminta untuk datang, tapi jadi alasan untuk bertahan. Harapan yang disimpan rapi di pojok hati, tak pernah diminta untuk dibalas, hanya ingin dimengerti. "Jauh. Esok nanti atau selamanya" bukan sekadar cerita cinta. Ini adalah perjalanan jiwa-tentang perjuangan tanpa jaminan, tentang kehilangan tanpa kata, tentang kecewa yang tak terucapkan, dan tentang harapan yang tetap tumbuh meski tahu ia tak akan pernah dipetik. Jika kamu pernah berharap pada seseorang yang bahkan tak tahu kamu ada, mungkin cerita ini adalah tentangmu juga. Karena mencintai yang paling tulus, kadang justru tak perlu memiliki-cukup mengikhlaskan, dan diam-diam mendoakan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines