In The Quiet Between Us

In The Quiet Between Us

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 27, 2025
Pertemuan pertama mereka terjadi di halte nomor 7. Seorang lelaki yang sering memakai jaket abu-abu duduk di belakang gadis berambut pendek yang selalu dikuncir satu. Tanpa sengaja, mata mereka bertemu beberapa kali, namun mereka tak pernah berbicara, hanya saling bertatapan. Rasa itu tumbuh perlahan, namun gengsi menjadi penghalang. Teman gadis itu sering menjadi tempat curhat, memberi dorongan untuk membuka hati, meski keduanya terjebak dalam keheningan. Gadis itu akhirnya menyadari bahwa "tatapan mata bukanlah harapan." Apakah lelaki itu, yang ternyata kakak kelasnya, akan tahu bahwa dia menyukainya? Ataukah keduanya hanya saling diam, meski perasaan itu ada? Kisah ini menyisakan pertanyaan, apakah mereka akan berani mengungkapkan apa yang selama ini terpendam?
All Rights Reserved
#274
senyuman
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 74/366
  • PUSPAJALA (Hiatus)
  • Sunyi yang Menyatukan
  • Boleh Aku Gandeng Tanganmu Nanti?
  • -KAKA KELAS- |SungRen
  • Secret Mission [JaemRen]√
  • ONE NIGHT STAND || JaemSung🔞 [END]
  • My RoomMate
  • 𝐂𝐨𝐨𝐥 •𝐏𝐚𝐫𝐤 𝐒𝐮𝐧𝐠𝐡𝐨𝐨𝐧•
74/366

Arifah, yang dikenal dengan sikapnya yang ceria, mulai merasakan debar aneh setiap kali tatapannya bertemu dengan seorang adik kelas yang misterius. Pertemuan singkat di lorong sekolah, senyum samar, dan pesan singkat menjadi momen kecil yang menghangatkan harinya. Awalnya, itu sudah cukup baginya. Namun, perasaan itu perlahan tumbuh menjadi harapan akan kedekatan yang lebih nyata. Tanpa ia sadari, sang adik kelas masih terikat bayang-bayang masa lalu yang menciptakan jarak di antara mereka. Kini, Arifah dihadapkan pada pilihan sulit: bertahan dalam hubungan tanpa kepastian, atau mundur sebelum perasaannya semakin dalam dan berujung luka.

More details
WpActionLinkContent Guidelines