Amerta Renjana

Amerta Renjana

  • WpView
    Reads 161
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 25, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Dewandaru Hadinata Djajadiningrat. Pewaris lelaki pertama yang kelahirannya begitu dinanti oleh keluarga Djajadiningrat. Tampan, mapan, menawan adalah gelar yang melengkapi namanya. Namun, siapa yang akan paham, bahwa dibalik semua kemegahan yang melingkupinya, ada sebuah ruang kosong dalam jiwa lelaki itu. Ditinggal wafat oleh sang tunangan, membuat Dewan berubah. Tatapan mata yang hangat itu menguap, tawa cerah itu seakan memudar, dibawa serta oleh wanita yang selama ini mengisi hari-hari indahnya. Ia pernah berucap bahwa tidak akan ada yang dapat menggantikan wanitanya. Tidak akan ada wanita yang dapat memberikan pelukan sehangat wanitanya. Namun, siapalah kita untuk menentukan garis pencipta? Tuhan telah menentukan jalan untuk setiap insan. Dia menyiapkan pelangi terang, untuk setiap jiwa yang berteduh selama derasnya hujan. *Cerita ini bersifat fiktif/karangan belaka*
All Rights Reserved
#404
konglomerat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [END] When the Stars are Tired
  • Damn!! Younger Man
  • SEKAR JAGAD
  • hay mantan !!
  • Jiwa yang Tersesat
  • Prince Untuk Alea
  • Sangsaka
  • 𝓙𝓲𝔀𝓪𝓴𝓾 𝓨𝓪𝓷𝓰 𝓣𝓮𝓻𝓹𝓮𝓻𝓪𝓷𝓰𝓴𝓪𝓹
  • HOW TO GET A RICH HUSBAND ✔

[TAMAT-LENGKAP] Vote dan komentar sangat diapresiasi😺 Di kota yang tidak pernah benar-benar tidur, di antara bangunan yang dibangun dari ambisi dan jalanan yang tak pernah mengizinkan langkah berhenti terlalu lama, ada dua jiwa yang terus berjalan bukan karena tahu arah, tetapi karena tak tahu bagaimana cara berhenti. Prawira Dirja Kartasasmita yang tumbuh terlalu cepat, terlalu sunyi, terlalu terbiasa membungkam isi hati demi memenuhi ekspektasi. Hidup dalam dunia yang menuntut ketegasan tanpa jeda, di mana keberhasilan adalah mata uang, dan kelembutan dianggap kelemahan. Bukti nyata bahkan jiwa yang paling terlatih pun, pada akhirnya, bisa lelah juga. Rania Dwijaswari Atmadja yang dibesarkan dengan cinta dan tawa keluarga. Anak tunggal yang belajar menjadi dewasa sebelum waktunya, tetapi sering lupa bertanya apakah dirinya baik-baik saja. Di balik senyumnya tersimpan pertanyaan sederhana: akankah ia menemukan dirinya lagi jika terlalu lama beristirahat? Dalam perjalanan panjang yang penuh kebetulan untuk mencari tempat rehat dari kungkungan ekspektasi, akankah dua jiwa ini menemukan alasan untuk tetap duduk, ataukah pintu untuk pergi terasa lebih mudah untuk dijalani? #2 di Romansa (30 Juli 2025)

More details
WpActionLinkContent Guidelines