Amerta Renjana

Amerta Renjana

  • WpView
    LECTURAS 143
  • WpVote
    Votos 16
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, may 25, 2025
Dewandaru Hadinata Djajadiningrat. Pewaris lelaki pertama yang kelahirannya begitu dinanti oleh keluarga Djajadiningrat. Tampan, mapan, menawan adalah gelar yang melengkapi namanya. Namun, siapa yang akan paham, bahwa dibalik semua kemegahan yang melingkupinya, ada sebuah ruang kosong dalam jiwa lelaki itu. Ditinggal wafat oleh sang tunangan, membuat Dewan berubah. Tatapan mata yang hangat itu menguap, tawa cerah itu seakan memudar, dibawa serta oleh wanita yang selama ini mengisi hari-hari indahnya. Ia pernah berucap bahwa tidak akan ada yang dapat menggantikan wanitanya. Tidak akan ada wanita yang dapat memberikan pelukan sehangat wanitanya. Namun, siapalah kita untuk menentukan garis pencipta? Tuhan telah menentukan jalan untuk setiap insan. Dia menyiapkan pelangi terang, untuk setiap jiwa yang berteduh selama derasnya hujan. *Cerita ini bersifat fiktif/karangan belaka*
Todos los derechos reservados
#30
klasik
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Sangsaka
  • JANJI YANG TAK SEMPAT DITEPATI
  • Damn!! Younger Man
  • hay mantan !!
  • PRINCE NORTH BABY
  • Naretta
  • Jodoh Pilihan Allah [END]
  • [END] When the Stars are Tired
  • SEKAR JAGAD
Sangsaka

Bagi Sangsaka, dari banyaknya manusia ciptaan Tuhan, hanya dirinya saja yang mendapat rahmat kesempurnaan wajah tampan. Yang lain? Tidak usah dijelaskan, kasihan. Sangat mencintai kesempurnaan dan membenci kekurangan. Apalagi, jika kekurangan itu adalah Larasita. Si cewek jelek banyak minusnya. Lara layaknya tai ayam yang harus segera dia tendang dan singkirkan dari kehidupnya yang sempurna. Sayangnya, ia malah terjebak dalam lingkaran permainan yang ia ciptakan untuk menyakiti Lara. Bukannya menendang jauh sesuai rencana, Saka malah mengulurkan tangan perlindungan saat ia mengetahui kehidupan Lara dipenuhi banyak luka. Lantas, mungkinkah hidup Saka akan semakin sempurna jika bersama Lara? Atau, keduanya malah menciptakan kisah luka tentang "lara" Sangsaka?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido