Kereta Pertama [Finished]

Kereta Pertama [Finished]

  • WpView
    MGA BUMASA 1,012
  • WpVote
    Mga Boto 119
  • WpPart
    Mga Parte 36
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Sat, Sep 13, 2025
Semua orang menggulir pertanyaan pada Nan dan timnya, tentang aplikasi Human-AI yang mereka kembangkan karena dianggap kontroversial dan memiliki hal misterius di balik orang-orang di dalamnya. Aku sebagai jurnalis media, punya kesempatan menarik jika berhasil menjadikan Nan sebagai menu utama artikel. Tapi tidaklah semudah itu. Karena aku memilih untuk menyukai Nan yang akhirnya membuatku di ambang keraguan antara konflik personal dan profesionalitas. Semakin aku mencari tahu tentang Nan, aku semakin tidak mengerti. Ia punya beribu sisi yang tidak pernah bisa kutebak, tapi anehnya selalu membuatku merasa hangat. Aku pun heran, bagaimana segala fakta tak terduga tentangnya dapat menarik keinginanku untuk selalu ingin di dekatnya lagi dan lagi?
All Rights Reserved
#912
ai
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Glitch
  • Elementum
  • ZIVANA(ON GOING)√
  • THE HEART (The Perfect Feeling) [COMPLETE]
  • Cermin
  • menjadi pemimpin wilayah terlarang
Glitch

Glitch (completed) ------------------------------------------------------- "Neo lagi apa, Yah? Aku mau bicara, dong." "Siapa?" "Neo. Udah bangun belum dia?" "Neo siapa, Lin?" Aku bersumpah jantungku berhenti berdetak selama beberapa detik. "Maksud Ayah apa?" "Lah? Itu kamu tadi nanyain siapa? Mau bicara sama Bi Dedeh?" "Yah ... jangan bercanda." Bahkan sambil mengatakannya, aku tahu Ayah tidak sedang bercanda. Aku tahu ada sesuatu yang salah. "Ngomong apa, sih, kamu? Lin, udah dulu, ya. Ayah hampir telat berangkat kerja." "Tunggu! Tolong jangan bikin aku tambah pusing, Yah. Aku mau bicara sama adikku!" Hening selama beberapa detik. "Sepertinya kepalamu benar-benar keras terbentur." "Maksudnya?" tanyaku di tengah degup jantung yang tak karuan. "Alin, kamu gak punya adik. Kamu itu anak semata wayang." *** Dalam sebuah perjalanan kereta, Alin, seorang gadis remaja berusia tujuh belas, terbangun dari tidurnya. Saat itu, ia menyadari beberapa hal terasa sedikit berbeda dari sebelum ia jatuh tertidur. Termasuk, bayangannya sendiri di cermin. Mengapa ia mengenakan pakaian lusuh dan ketinggalan jaman? Mengapa sahabat terdekatnya tidak mengenalinya? Dan yang paling penting, ke mana perginya Neo, adik kesayangan Alin yang tiba-tiba raib seolah ditelan bumi? Apa yang sebenarnya terjadi pada Alin? Atau... pada dunia ini?

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman