"Unwritten Pages"

"Unwritten Pages"

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 27, 2025
WpInfo
Poetry
Unwritten Pages adalah sebuah perjalanan reflektif yang membawa pembaca pada pencarian diri, perjuangan mengejar mimpi, dan semua yang terjadi di antara. Di usia muda, kita seringkali merasa seperti halaman kosong yang belum ditulis, terombang-ambing antara keraguan dan harapan, antara apa yang kita inginkan dan kenyataan yang harus dihadapi. Buku ini mengajak pembaca untuk memahami bahwa setiap langkah, setiap keputusan, dan setiap kegagalan adalah bagian dari cerita yang sedang kita tulis. Dalam setiap bab, kita diajak untuk meresapi perjalanan hidup yang penuh dengan ketidakpastian, dan bagaimana kita bisa menemukan makna dalam setiap pengalaman yang terlewat. Seperti buku yang halaman-halamannya belum terisi, masa depan kita masih terbuka lebar, penuh dengan kemungkinan yang belum tercatat. Dengan kisah-kisah yang relatable, penuh inspirasi, dan kadang membawa kita ke dalam momen-momen yang penuh haru, Unwritten Pages adalah buku bagi mereka yang ingin memulai, untuk mereka yang merasa bingung, atau bagi mereka yang hanya ingin diingatkan bahwa mereka tidak sendirian dalam perjalanan ini. Buku ini adalah undangan untuk membuka halaman-halaman baru dalam hidup kita, dengan segala kekurangan, kesalahan, dan juga keberanian untuk melangkah ke depan.
All Rights Reserved
#57
twenties
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JAM 3 SORE
  • Karena Kamu Rumahnya
  • ELEGANCE IN THE CHAOS
  • Wanderith : No Map, No End
  • A Memory of You
  • Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah
  • Quotes About Everything
  • GARIS
  • Trainee

JANGAN LUPA FOLLOW DAN VOTE SETELAH MEMBACA‼️ 🌥️🌥️🌥️ Jam tiga sore. Hujan turun pelan-pelan. Langit kelabu, suara kelas yang riuh, dan satu orang yang selalu duduk di belakangnya. Berisik, nyeleneh, dan nyebelin. Tapi entah kenapa Naya tak pernah terganggu sedikit pun. Naya tidak tahu kapan tepatnya Aksa mulai masuk ke pikirannya. Mungkin sejak kertas origami berbentuk kodok itu muncul atau tulisan miring Aksa yang berkata "Ini nggak bisa menggonggong, tapi bisa lompat ke hatimu." Awalnya dia mengira Aksa hanya cowok absurd yang suka gambar bebek pakai helm di dinding toilet sekolah. Tapi lama-lama... langkah kakinya jadi yang paling ia kenali. Diam-diam jadi yang paling ia tunggu. Mereka bukan kisah cinta yang gegap gempita. Tidak ada janji manis. Tidak ada gombal yang bikin meleleh, hanya obrolan aneh yang bisa membuat rindu terus bertahan. Membuat perasaan tumbuh seperti hujan-pelan, tapi pasti meresap. Kisah mereka cuma tentang momen-momen kecil yang ternyata besar. Tentang sosok yang nggak sempurna, tapi justru bikin dunia seseorang terasa lebih hidup. Tentang pertemuan yang tak disengaja, kenangan yang tak bisa hilang, dan jarak yang kadang hadir bukan karena ruang, tapi karena waktu dan keberanian yang tertunda. *********** Selamat menelusuri jejak rasa yang tak pernah benar-benar pergi. Selamat membaca-semoga kamu temukan dirimu di sela-sela kisah ini. Jangan lupa tinggalkan jejakmu-vote, komen, dan bagikan kisah ini agar rindu tak hanya menjadi milik kita ❤️ NOTE : DILARANG PLAGIAT‼️

More details
WpActionLinkContent Guidelines