Simpul Luka

Simpul Luka

  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 4, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
"Aku ga butuh cinta, Akhsa. Aku cuma butuh tenang." - Alluna "Tapi gimana kalau tenangnya kamu, adanya di aku?" - Akhsa Dua remaja, Alluna dan Akhsa. Kisah luka dan asmara yang terbalut ambisi, keluarga, dan pertemanan. Mereka teman baik dan juga musuh, tak heran jika persaingan akademis di sekolahnya sudah menjadi hal lumrah bagi sekitarnya. Alluna tak percaya cinta, dan Akhsa tak peduli siapa yang patah hati. Ketika cerita itu terbuka dan menyeret mereka pada jalan tak pernah dipilih untuk dimulai. Ketika luka dan rasa bertemu, selayaknya api dan air. Karena tidak semua simpul bisa dilepas-ada yang justru menyakitkan saat diurai. -0- Cerita ini juga tersedia di Karyakarsa "Simpul Luka" -isyaratalam update Karyakarsa akan lebih dulu, selisih dua bab! terimakasih sudah bersama cerita ini.
All Rights Reserved
#106
mental
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DANADYAKSA
  • Dejavu Luka [ Luka Yang Tak Mungkin Aku Ingat Kembali ]
  • Surat Cinta Untuk Aisya
  • ARKALYA (END)
  • Juan [REVISI]
  • Sejenak Luka
  • DENNIES
  • Yang Dulu Melukai,Kini Menyayangi [END]

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines