Ketika Aku Pergi

Ketika Aku Pergi

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureComplete Sun, Apr 27, 2025
Seorang pria bernama Rangga mencintai Amara dengan sepenuh hati, berkorban dan berjuang tanpa lelah untuk memenangkan cintanya. Namun, bayang-bayang masa lalu Amara selalu menjadi tembok yang tak bisa ia hancurkan. Setelah bertahan dalam luka yang diam-diam ia simpan, Rangga akhirnya memilih pergi demi menyelamatkan dirinya sendiri. Kepergiannya membuat Amara sadar akan ketulusan yang selama ini ia abaikan. Bertahun-tahun kemudian, mereka bertemu kembali - membawa kisah cinta yang penuh luka, penyesalan, kedewasaan, dan keikhlasan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jovanka dan Abang Kembar
  • If Only.. (Seandainya..) I LingOrm
  • Berbahagialah Dengan Rumah Barumu
  • Traces in the Light
  • Soal Rasa 2
  • Oh My Dream
  • " To Love ,To Lose "
  • SECRET ADMIRER {END}
  • Cawa
  • Tentang Lionel : Cerita dari Catherina

Hendra dan Narendra Dewantara terlahir dengan beban yang tak mereka mengerti. Sejak kecil, mereka harus mendengar bisikan-bisikan bahwa mereka adalah anak pembawa sial. Namun, di balik semua itu, mereka masih memiliki kasih sayang dari kedua orang tua mereka-setidaknya hingga bayi kecil itu lahir. Jovanka, adik bungsu mereka, hadir ke dunia dengan membawa perubahan besar. Kehadirannya mengubah segalanya. Orang tua mereka, Dewantara dan Cinthya, yang dulu begitu menyayangi mereka, perlahan menjauh. Semua perhatian, semua kasih sayang, semua harapan yang dulu diberikan untuk mereka, kini hanya tertuju pada satu sosok-Jovanka. Hendra dan Narendra tumbuh dengan kebencian yang tak mereka pahami. Bagi mereka, Jovanka adalah alasan mereka kehilangan orang tua. Bayi mungil itu adalah penyebab semua kehancuran. Maka, tanpa sadar, mereka ikut menjauh. Mereka membiarkan adik mereka tumbuh sendirian dalam dingin, tanpa pelukan hangat seorang kakak. Namun, waktu mengajarkan mereka banyak hal. Perlahan, kebenaran terungkap. Luka yang selama ini mereka kira milik mereka saja, ternyata juga terukir dalam diri Jovanka. Dan saat mereka menyadari itu, sudah terlambat. Adik mereka telah berjalan terlalu jauh dalam gelap, terjebak dalam luka yang tak pernah mereka lihat. Kini, di antara penyesalan dan keinginan untuk menebus segalanya, Hendra dan Narendra berjanji. Mereka tidak akan membiarkan Jovanka menghadapi semuanya sendirian lagi. Tidak peduli berapa banyak duri yang harus mereka lalui, tidak peduli seberapa terlambat mereka menyadarinya-mereka akan memastikan adik mereka tidak lagi merasa sendirian. Namun, apakah cinta dan penyesalan cukup untuk menyembuhkan luka yang telah terukir begitu dalam? Ataukah semua ini sudah terlambat? Karena tak peduli seberapa besar keinginan mereka untuk melindungi, pada akhirnya hanya ada satu pertanyaan yang harus dijawab: apakah seorang pangeran yang telah kehilangan mahkotanya masih bisa menemukan rumahnya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines